Breaking News:

Jokowi Sebut Kebutuhan Investasi untuk Tol Trans Sumatera Capai Rp 476 Triliun

Presiden pun berharap, kehadiran jalan bebas hambatan itu dapat mempersingkat waktu tempuh sehingga berdampak pada efisiensi

Pemprov Sumsel
Peresmian Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka), di Gerbang Tol Simpang Pematang KM 240 Desa Mulya Agung, Kec Simpang Pematang Kabupaten Mesuji Lampung, (15/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, percepatan pembangunan dua ruas tol Trans Sumatera dan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) ditujukan untuk memberikan daya ungkit percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Presiden pun berharap, kehadiran jalan bebas hambatan itu dapat mempersingkat waktu tempuh sehingga berdampak pada efisiensi.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatera dan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

“Ini dalam rangka memberikan daya ungkit percepatan pemulihan ekonomi nasional kita dan kita tahu tol Trans Sumatera ini sepanjang kurang lebih 2.765 KM kita harapkan dapat mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di pulau sumatera sehingga di sana akan ada efisiensi, waktu tempuh dan bisa meningkatkan multiplier effect 2-3kali lipat terhadap PDB,” kata Jokowi.

Baca: Menaker Ida Sebut Kepulangan PMI Etty Atas Dukungan dan Partisipasi Masyarakat

Presiden Jokowi mengungkapkan, kebutuhan investasi untuk tol Trans Sumatera sebesar Rp476 triliun.

Dari total investasi itu, masih ada kebutuhan tambahan pendanaan sebesar Rp386 triliun untuk merampungkan ruas backbone sampai 2024.

“Saya minta ini betul-betul dikalkulasi kelayakan finansialnya juga mungkin opsi-opsi untuk tambahan ekuitas dalam melanjutkan proyek ini. Saya minta ada terobosan sumber-sumber pembiayaan alternatif untuk mengurangi beban ekuitas dari PMN dan juga tidak tergantung dari APBN. Ini yang saya kira perlu digarisbawahi,” jelasnya.

Sedangkan terkait pembangunan Tol Cisumdawu, Kepala Negara melihat di lapangan masih ada hambatan, yakni urusan pembebasan lahan.

Baca: Bermodal Jimat Pemikat Wanita, Pria Ini Perdaya 7 Asisten Rumah Tangga dan Gasak Barang Berharga

Kemudian, masalah pengembalian dana talangan tanah juga menjadi soal lantaran rumitnya proses administrasi.

“Coba nanti saya ingin dengar masalah ini dan ini agar segera diselesaikan terutama kementerian ATR/BPN,” pinta Jokowi.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved