Breaking News:

Menag : Tidak Ada Pelibatan TNI dalam Program Kerukunan Beragama

Menteri Agama Fachrul Razi menyebut pihaknya tidak melibatkan TNI dalam program kerukunan beragama.

Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Tangkapan layar Menteri Agama Fachrul Razi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi menyebut pihaknya tidak melibatkan TNI dalam program kerukunan beragama.

Saat rapat dengan Komisi VIII DPR, Fachrul menyebut saat pertemuan dengan TNI dan Polri dalam rangka meminta masukan terkait kondisi di Papua, seperti kegiatan rumah ibadah maupun sekolah keagamaan.

"Kami mengundang teman-teman polisi dan tentara yang tugas di sana untuk melihat apa-apa yang perlu diwaspadai," ujar Fachrul di komplek parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Menurut Fachrul, pertemuan tersebut sama sekali bukan meminta pelibatan TNI, tetapi hanya mendengarkan masukan karena Kemenag saat ini menaruh perhatian dalam peningkatan kegiatan keagamaan di Papua.

"Kami ingin mencari informasi tambagan dalam kaitan upaya kami. Bahwa kami ingin meningkatkan kegiatan keagamaan di Papua supaya bisa meredam situasi lebih baik," papar Fachrul.

"Sama sekali tidak ada niat kita untuk melibatkan TNI, hanya waktu itu kami minta masukan," sambung mantan Wakil Panglima ABRI itu.

Sebelumnya, Anggota Komisi VIII Maman Imanulhaq menolak pelibatan TNI dalam program kerukunan umat beragama.

“Pelibatan TNI dalam mengurus kerukunan beragama adalah suatu pendekatan yang keliru, sebab pelibatan TNI (pendekatan keamanan) justru berpotensi memunculkan pelanggaran HAM," kata Maman.

Menurutnya, pendekatan keamanan membuka ruang otoritarianisme karena pemerintah akan lebih mengutamakan stabilitas melalui pendekatan represif dibandingkan dialogis.

"Pendekatan represif hanya memunculkan kerukunan semu dan akhirnya menjadi bom waktu konflik sosial yang lebih besar sebagaimana di masa Orde Baru," paparnya.

Dia menilai, lebih baik mengoptimalkan kinerja kementrian agama dan tokoh tokoh informal di tengah masyarakat baik tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda.

Berita Populer
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved