Breaking News:

Mendikbud Nadiem Ajak Mahasiswa dan Pelajar Hidupkan Lagi Sastra Indonesia

Menurut Nadiem, dalam karya sastra pada hakikatnya tercipta dari situasi dan pergulatan diri.

Tangkapan Layar (Kompas TV), Rabu, (23/10/2019)
Nadiem Makarim memberikan sambutannya dalam Serah Terima Jabatan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menilai karya sastra memiliki nilai penting dalam budaya dan karakter bangsa Indonesia.

“Sastra menempati posisi penting dalam pemajuan budaya dan pembentukan karakter bangsa,” ujar Nadiem melalui keterangan tertulis, Selasa (7/7/2020).

Menurut Nadiem, dalam karya sastra pada hakikatnya tercipta dari situasi dan pergulatan diri.

Pengalaman, pengamatan, serta pemaknaan situasi dan latar belakang sejarah dalam karya sastra merupakan bentuk penguatan karakter.

Melalui tokoh-tokoh dalam karya sastra, Nadiem menilai masyarakat dapat mengenal lebih dekat sifat kemanusiaan.

Baca: Tina Toon Protes Nadiem Makarim Soal Pembelajaran Jarak Jauh Permanen: Kan Gak Semua Orang Kaya!

“Seperti sekarang ini, pandemi memberi waktu bagi kita memetik makna dan belajar menjadi manusia kuat yang mampu menyosong masa depan," tutur Nadiem.

Melalui sastra, Nadiem menyebut gairah literasi dapat kembali dihidupkan. Menurutnya, karya satra memiliki peran yang sangat penting bagi kemajuan bangsa.

"Sandiwara Sastra bukan hanya menjadi sebuah karya seni dan inovasi. Lebih dari itu, ini adalah jalan untuk mengangkat literasi," kata Nadiem.

Bagi Nadiem, hal tersebut yang membuat anak muda khususnya mahasiswa dan pelajar untuk kembali menekuni bidang kesusastraan.

Mantan CEO Gojek ini menyebut Indonesia memiliki khazanah kesusastraan yang sangat tinggi.

"Saya mengajak seluruh pelajar dan mahasiswa kembali menghidupkan dan mengenal karya sastra terbaik Indonesia melalui Sandiwara Sastra," pungkas Nadiem.

Seperti diketahui, Kemendikbud meluncurkan siniar (podcast) Sandiwara Sastra. Alih wahana karya sastra Indonesia ke dalam medium audio ini ditujukan untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali karya-karya sastra Indonesia.

Alih wahana sastra ke dalam bentuk sandiwara audio siniar ini dapat disimak mulai 8 Juli 2020 pukul 17.00 WIB melalui podcast audio @budayakita.

Sandiwara audio yang masing-masing berdurasi 30 menit ini nantinya juga akan disiarkan melalui Radio Republik Indonesia (RRI).
 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved