Breaking News:

Polisi Ungkap Motif Peretas Situs Lembaga Negara, Pelaku Gunakan Uang Tebusan untuk Mabuk-mabukan

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen. Pol. Argo Yuwono mengungkap motif tersangka berinisial ADC yang melakukan peretasan situs lembaga negara.

KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen. Pol. Argo Yuwono mengungkap motif tersangka berinisial ADC yang melakukan peretasan situs lembaga negara. - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengungkap motif tersangka peretasan situs lembaga negara.

Sebelumnya, tersangka berinisial ADC itu telah berhasil ditangkap oleh Bareskrim Polri di kediamannya yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta, pada Kamis (2/7/2020) lalu.

Menurut Argo Yuwono, ADC melakukan peretasan situs dan meminta uang tebusan dari pihak yang akunnya diretas.

Ia menyebutkan, pelaku melakukan aksinya tersebut dengan motif ekonomi.

Selain itu, pelaku juga mengaku ingin mengecek kekuatan dari sejumlah situ yang ia retas.

"Dari pelaku ini, motifnya ya ekonomi dan kemudian juga dia ingin mengecek kekuatan akun tersebut, ternyata mudah di-hack," kata Argo Yuwono dalam konferensi pers yang ditayangkan langsung melalui Kompas TV, Selasa (7/7/2020) siang.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen. Pol. Argo Yuwono, mengatakan tersangka peretasan situs lembaga negara itu telah meretas sebanyak 1.309 situs. Bahkan, tidak hanya di Indonesia saja, tersangka berinisial ADC itu juga melakukan peretasan situs mancanegara.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen. Pol. Argo Yuwono, mengatakan tersangka peretasan situs lembaga negara itu telah meretas sebanyak 1.309 situs. Bahkan, tidak hanya di Indonesia saja, tersangka berinisial ADC itu juga melakukan peretasan situs mancanegara. (Tangkapan Layar Youtube Kompas TV)

Setelah dilakukan pemeriksaan kembali oleh kepolisian, Argo Yuwono mengatakan, ADC menggunakan uang tebusan dari aksinya tersebut untuk kepentingan pribadinya.

Selain itu, ditemukan bahwa ADC juga menggunakan uangnya untuk berfoya-foya dan mabuk-mabukan.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan kembali, uang ini, hasil daripada ini, adalah digunakan untuk kepentingan pribadi, untuk kehidupan."

"Kemudian juga sedang kita cek apakah untuk membeli barang-barang lain seperti barang bergerak atau tidak bergerak sedang kita dalami, dan yang terakhir untuk foya-foya, mabuk-mabukan," kata Argo Yuwono.

Halaman
1234
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved