Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Ombudsman Tindaklanjuti Laporan Dugaan Maladministrasi Sejumlah Lembaga Terkait Djoko Tjandra

Laporan terhadap Dirjen Imigrasi diajukan karena ada dugaan membiarkan Djoko Tjandra masuk-ke luar Indonesia secara bebas dan tanpa terdeteksi.

Tribunnews/JEPRIMA
Suasana rumah tersangka kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Joko S Tjandra di Jl Simprug Golf I No 89, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kamis (2/7/2020). Terlihat rumah mewah dua lantai bercat putih krem ini hanya ditunggui oleh dua orang satpam dan sedang dalam tahap renovasi.Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) akan menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran administrasi sejumlah lembaga terkait semrawut data kependudukan dan status kewarganegaraan terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Upaya tindak lanjut itu berdasarkan laporan dari Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

"Iya. Sedang kami cek," kata Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Adrianus Meiliala, saat dihubungi, Rabu (8/7/2020).

Pada Selasa (7/7/2020), MAKI melaporkan Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Sekretaris NCB Interpol dan Lurah Grogol Selatan.

Upaya pelaporan itu dilakukan karena diduga telah terjadi pelanggaran administrasi atau maladministrasi.

Baca: Soal e-KTP dan Status Buron Djoko Tjandra, Begini Penjelasan Kemendagri

Baca: Buron Djoko Tjandra Sempat Ada di Indonesia, Ketua Komisi III DPR: Negara Seperti Kalah

"Kami melapor ke Ombudsman RI atas dugaan pelanggaran maladministrasi, pelanggaran malteknis dan dugaan adanya kesengajaan untuk tidak mematuhi aturan atau dugaan kesengajaan melanggar aturan," ujar Boyamin, Selasa (7/7/2020).

Menurut dia, Ombudsman berwenang menilai apakah lembaga pelayanan publik telah bekerja secara maksimal melayani masyarakat dan tidak melakukan maladministrasi.

"Justru kita bicara ombudsman itu model-model pelayanan yang begini, bukan sekadar baik tapi profesional," tuturnya.

Boyamin membeberkan pelanggaran administrasi yang diduga telah dilakukan.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved