Breaking News:

Gerindra Bantah Ada 'Deal' Penunjukan Jokowi ke Prabowo Garap Proyek Lumbung Pangan

Dari awal tidak ada deal Pak Prabowo masuk kabinet, tidak ada deal itu (garap proyek lumbung pangan),

Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gerindra membantah ada deal atau kesepakatan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam proyek lumbung pangan nasional.

Dikabarkan, penugasan Prabowo dan Kemenhan menjadi leading sector dalam proyek tersebut, sebagai realisasi kesepakatan syarat untuk Gerindra masuk ke dalam partai koalisi pemerintah.

"Dari awal tidak ada deal Pak Prabowo masuk kabinet, tidak ada deal itu (garap proyek lumbung pangan)," ujar politikus Gerindra Andre Rosiade saat dihubungi Tribunnews, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Baca: Alasan Kalteng Dipilih Sebagai Kawasan Food Estate di Luar Pulau Jawa

Menurut Andre, saat bergabung dengan pemerintah, Gerindra memang memberikan konsep ketahanan pangan nasional kepada Presiden Jokowi, tetapi hal tersebut bukan bentuk dari kesepakatan untuk masuk pemerintahan.

"Tidak ada deal di situ, mungkin konsep yang kami sampaikan waktu itu menarik bagi Presiden Jokowi. Sehingga konsep itu dijadikan kebijakan oleh pemerintah dan itu sah-sah saja," papar Andre.

Andre menyebut, ketahanan pangan nasional juga merupakan bagian dari tugas Prabowo sebagai Menteri Pertahanan dalam menjaga situasi dalam negeri tetap kondusif.

"Ini kan bentuk pertahanan juga, kalau perang maka kita harus mencukupi pangan kita dan Pak Prabowo juga pernah menjadi ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia)," paparnya.

Diketahui, Prabowo ditugaskan Presiden Jokowi untuk menggarap proyek ketahanan pangan nasional dan hari ini melakukan peninjauan Food Estate di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved