Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

PDIP Sebut Ada Bakal Calon Kepala Daerah Mundur Karena Bangkrut Tertekan Covid-19

Ada yang mundur karena Covid-19, ketika Covid dia sebagai pengusaha duitnya ambyar (bangkrut), ekonomi jeblok

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Sekretaris fraksi PDIP DPR RI Bambang Wuryanto (kiri) dan Ketua fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto (kanan). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto menyebut ada bakal calon kepala daerah yang mundur karena kondisi keuangannya tertekan selama pandemi Covid-19.

"Ada yang mundur karena Covid-19, ketika Covid dia sebagai pengusaha duitnya ambyar (bangkrut), ekonomi jeblok," kata Bambang di komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

"Maka biaya Pilkada menjadikan dia tidak siap, apakah Pilkada pakai biaya? Saya tidak usah ngomong dikau paham," sambung Bambang.

Baca: PDI Perjuangan Akui Usung Keponakan Prabowo Maju Pilkada Tangsel

Dalam menghadapi Pilkada 2020, kata Bambang, PDIP telah menyelesaikan penepatan bakal calon kepala daerah di 162 wilayah dari total 261 pemilihan untuk tingkat kabupaten/kota.

"Mau diumumkan kapan? Saya pastikan dari 11 sampai dengan 18 Juli akan diumumkan. Mesti kami sisir lagi, telepon lagi, kamu berubah tidak? Kalau dijalan cabut, kan pusing," tutur Bambang.

Bambang menjelaskan, penentuan bakal calon kepala daerah yang dimajukan pada Pilkada 2020 membutuhkan waktu, karena dilakukan klaster sesuai kursi yang dimiliki PDIP di masing-masing daerah.

"Perolehan PDIP diatas 20 persen, itu secara administratif bisa nyalon sendiri dan itu tinggal 12 dari 83 (daerah). Kemudian, Klaster 2 dan 3 itu yang antara 10 persen ke 20 persen, itu mesti harus berkoalisi, berkawan untuk bisa nyalon," tutur Bambang.

"Di bawah 10 persen ada lagi itu klaster 3 biasanya ini dukung-dukung aja. Di sini pasti ada rembukan, yang bikin susah ini," sambung Bambang.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved