Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Pimpinan Komisi III DPR Minta Polri Bentuk Satgassus Bongkar Buronan Djoko Tjandra

Saya menyarankan agar Bareskrim membentuk Satgassus untuk menyelidiki lebih dalam terkait kasus Djoko Tjandra

Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Polri membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgassus) bongkar buronan kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra.

"Saya menyarankan agar Bareskrim membentuk Satgassus untuk menyelidiki lebih dalam terkait kasus Djoko Tjandra," kata Sahroni kepada wartawan, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Menurut Sahroni, Satgassus perlu dibentuk untuk memastikan jajaran Kepolisian berkomitmen dalam penegakan hukum dan tidak ada main mata, khususnya dalam kasus Djoko Tjandra.

Baca: Jaksa Agung Tidak Tahu Status Kewarganegaraan Djoko Tjandra

"Oknum polisi yang membantu maling ya sama dengan maling. Jadi saya dukung Kabareskrim segera menindak jajarannya yang memang ketahuan bantu lolosnya Djoko Tjandra," papar politikus NasDem itu.

Selain itu, Sahroni juga meminta Bareskrim Polri membekukan aset-aset Djoko Tjandra yang ada di dalam, maupun di luar negeri.

"Saya minta ketegasan dari Bareskrim Mabes Polri untuk memfreeze aset Djoko Tjandra. Saya yakin Kabareskrim berani melakukan hal ini demi kepentingan penegakan hukum, bangsa dan negara," ujar Sahroni.

Diketahui, lolosnya Djoko Tjandra selama di Indonesia mendapat sorotan dari semua pihak.

Pasalnya, dengan status buronan, Djoko Tjandra dapat memperoleh e-KTP, paspor, dan kini dikabarkan diberikan surat jalan dari kepolisian untuk pergi ke Jakarta-Pontianak.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved