Breaking News:

BREAKING NEWS Pemerintah dan DPR Tegaskan Pembahasan RUU HIP Ditunda

Puan Maharani menegaskan, pembahasan tentang Rancangan Undang-undanng Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP) tidak akan segera dibahas.

Eot/Man (dpr.go.id)
Puan Maharani saat mengikuti pertemuan ASEAN-AIPA Interface secara virtual dari ruang kerjanya di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani menegaskan, pembahasan tentang Rancangan Undang-undanng Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP) tidak akan segera dibahas.

Puan mengatakan, hal itu dilakukan berdasarkan kesepakatan yang telah diambil antara DPR dan pemerintah.

Hal itu diungkapkan Puan dalam siaran langsung konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube KompasTV, Kamis (16/7/2020).

Baca: POPULER NASIONAL: Sikap Jokowi untuk RUU HIP | Syarat Debt Collector Ambil Paksa Motor

"DPR dan pemerintah sudah bersepakat bahwa Konsep RUU BPIP ini tidak akan segera dibahas."

"Tetapi akan lebih dahulu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk ikut mempelajari, memberi saran, masukan dan kritik terhadap konsep RUU BPIP tersebut," ujar Puan.

DPR bersama pemerintah akan membahas RUU BPIP tersebut, apabila sudah merasa mendapatakan masukan yang cukup dari seluruh elemen anak bangsa.

Puan Maharani saat mengikuti pertemuan ASEAN-AIPA Interface secara virtual dari ruang kerjanya di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2020).
Puan Maharani saat mengikuti pertemuan ASEAN-AIPA Interface secara virtual dari ruang kerjanya di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Eot/Man (dpr.go.id))

Sehingga lahirnya RUU BPIP ini, menjadi kebutuhan hukum yang kokoh bagi upaya pembinaan idelogi pancasila melalui BPIP.

Selanjutnya, Puan berharap agar setelah terjadi kesepakatan antara pemerintah dan DPR ini segala pertentangan pemikiran dan sikap yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini terkait dengan RUU HIP dapat diakhiri.

"Kita kembali hidup rukun dan damai serta kompak bergotong royong melawan pandemi Covid-19 dan dampaknya," tandasnya.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana)

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved