Breaking News:

Pertumbuhan Ekonomi, Presiden: Harapan Kita Hanya di Kuartal III

Bila ekonomi Indonesia tidak dapat diungkit di kuartal tiga maka menurut Presiden pertumbuhan ekonomi di kuartal ke empat tidak bisa diharapkan.

Antara Foto/Sigid Kurniawan/Pool
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020). Jokowi akan membubarkan 18 lembaga negara. 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap di kuartal ke tiga pertumbuhan ekonomi Indonesia akan merangkak naik di tengah keterpurukan akibat Pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan presiden dalam rapat bersama kepala daerah membahas percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 dikutip dari Setkab.go.id, Rabu, (16/7/2020).

 "Terutama di kuartal ketiga, kita harus berani berbuat sesuatu untuk ini diungkit ke atas lagi. Momentumnya adalah di bulan Juli, Agustus, dan September, kuartal ketiga. Momentumnya ada di situ," kata Presiden.

Baca: Pengamat: Presiden Jokowi Sesekali Marah Juga Tidak Jadi Masalah

Bila ekonomi Indonesia tidak dapat diungkit di kuartal tiga maka menurut Presiden pertumbuhan ekonomi di kuartal ke empat tidak bisa diharapkan. 

"Jangan berharap kuartal keempat akan bisa, sudah. Harapan kita hanya ada di kuartal ketiga, Juli, Agustus, dan September," katanya.

Menurut Presiden berdasarkan hitung-hitungan terbaru, prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke dua akan minus 4,3 persen.  Kondisi tersebut lebih baik dibandingkan negara lain.

"Dan beruntung sekali, kita sekarang ini, kondisi ekonomi kita, meskipun di kuartal kedua pertumbuhannya kemungkinan, ini dari hitungan pagi tadi yang saya terima, kuartal kedua mungkin kita bisa minus ke 4,3 (persen). Di kuartal pertama kita masih positif 2,97 (persen)," kata Presiden.

Oleh karena itu Presiden meminta para kepala daerah untuk mempercepat belanja anggaran untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal tiga. Karena sekarang ini mendongkrak ekonomi tidak lagi bisa mengharapkan dari investasi.

"Kalau ekonomi di provinsi Bapak-Ibu semuanya ingin cepat pulih, belanjanya semuanya harus dipercepat. Kuncinya hanya di situ. Enggak bisa lagi kita mengharapkan sekali lagi, investasi, swasta, enggak. Karena ini munculnya memang harus dari belanja pemerintah," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved