Breaking News:

RUU HIP

Batal Dibahas DPR, Akademisi Minta Polemik RUU HIP Dihentikan

Ade menilai, polemik yang terjadi akibat munculnya RUU HIP sebagai hal yang wajar dalam demokrasi

Ria Anatasia/Tribunnews.com
Ade Armando saat ditemui di kantor DPP PSI, Jakarta, Jumat (15/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Malvyandie

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah dan DPR telah bersepakat menghentikan pembahasan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Negara atau RUU HIP.

Karenanya, polemik terkait RUU HIP bisa diakhiri.

Baca: Pertanyakan RUU BPIP, Fraksi PKS Tak Ingin DPR Terkesan Hanya Ingin Ubah Judul RUU HIP

"Kelompok penentang RUU HIP secara jelas menyampaikan pandangannya. Dan itu sudah jelas direspon oleh DPR dan pemerintah bahwa RUU HIP tidak akan dibahas dan kemudian lahirlah RUU BPIP itu," kata akademisi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando, Jumat (16/7/2020).

Ade menilai, polemik yang terjadi akibat munculnya RUU HIP sebagai hal yang wajar dalam demokrasi.

Menurutnya, polemik dan penolakan terhadap RUU HIP sudah tidak menemukan korelasinya saat pemerintah dan DPR menjawab aspirasi kelompok masyarakat penentang RUU HIP.

"Dalam demokrasi ini wajar. DPR memutuskan sudah mendengar suara masyarakat. Ketika ini sudah terjadi seharusnya sudah tidak ada lagi pembicaraan atau penolakan terhadap RUU HIP," ucap Ade.

Terlebih, lanjut Ade, pemerintah dan DPR menggaransi bahwa tidak ada lagi pasal kontroversial dalam RUU BPIP yang diajukan pembahasannya ke DPR pada hari ini.

Dengan garansi itu, tuduhan bahwa ada upaya kelompok tertentu menghidupkan kembali PKI melalui RUU HIP kini tidak relevan.

"Tadi saya dengar sudah dinyatakan pasal kontroversial sudah dihilangkan. Pasal tri sila, eka sila, pasti dihilangkan. Kalau pasal itu sudah tidak ada maka sebetulnya dengan sendirinya tuduhan adanya muatan Komunisme itu hilang. Apalagi sekarang ditegaskan bahwa TAP MPRS terkait larangan Komunisme itu dihidupkan kembali," ucap Ade.

Halaman
12
Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved