Breaking News:

Virus Corona

Menlu RI Ajak Negara di MIKTA Pulih dan Lebih Kuat Bersama

kerjasama internasional dan multilateralisme menjadi semakin penting, untuk secara bersama mencari solusi

Dok Kemlu
Menlu Retno dalam pertemuan ke-17 Menteri Luar Negeri MIKTA yang dilangsungkan secara virtual, Jumat (17/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia) merupakan forum “middle power" yang menyuarakan berbagai solusi dan tantangan dunia sebagai “bridge builder".

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi mengajak negara-negara yang tergabung dalam MIKTA pulih dan menjadi lebih kuat bersama-sama setelah terdampak pandemi virus corona (Covid-19) dengan mensinergikan upaya pemulihan dengan pencapaian SDGs.

“Recover Together, Recover Stronger,” ujar Retno dalam pertemuan ke-17 Menteri Luar Negeri MIKTA yang dilangsungkan secara virtual, Jumat (17/7/2020).

Di pertemuan itu Menlu RI menyampaikan 3 hal utama. Pertama terkait dampak pandemi covid-19 yang tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan global, tapi juga krisis pembangunan dan kemanusiaan yang tidak bisa diselesaikan sendiri, oleh negara manapun.

Baca: Update Corona Global 18 Juli: 30 Negara dengan Kasus Terbanyak, China Urutan 25, Indonesia Urutan 26

“Oleh karena itu, kerjasama internasional dan multilateralisme menjadi semakin penting, untuk secara bersama mencari solusi,” ujar Retno.

Kedua, mengenai relevansi MIKTA. Retno mengatakan tantangan dunia saat ini sangat berbeda dengan tantangan yang dihadapi saat MIKTA pertama didirikan di tahun 2013, oleh karena itu agar bisa tetap relevan, MIKTA harus mampu beradaptasi, responsif, dan menjadi bagian dari solusi.

Dalam paparannya, Retno mengatakan MIKTA perlu mendorong hasil konkret baik dalam mencari solusi dari berbagai masalah global, maupun dalam memberi kesejahteraan bagi masyarakatnya sendiri.

“Saat ini adalah saat yang tepat bagi MIKTA untuk bekerjasama dalam memulihkan ekonomi yang terpukul akibat pandemi. Ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dan perdagangan di antara sesama negara MIKTA,” lanjutnya.

Ketiga, Menlu Retno menekankan bahwa MIKTA harus menjadi “Positive Force" untuk mengawal multilateralisme, agar terus terjaga, dan dapat memiliki hasil konkret, terutama di masa krisis seperti saat ini.

PTM MIKTA ke-17 merupakan pertemuan pertama pada tingkat Menlu yang diselenggarakan oleh Korea Selatan sebagai koordinator MIKTA tahun 2020.

Pertemuan ini ditujukan untuk membahas langkah MIKTA ke depan, termasuk rencana penyelenggaraan KTT MIKTA, serta upaya mendorong kerja sama multilateral dalam menangani dampak luas pandemi COVID-19 antara lain untuk menjaga kestabilan perdagangan, global supply chain, mitigasi dampak, melindungi kaum rentan, dan mendorong percepatan dan distribusi vaksin.

Pertemuan Menlu MIKTA kali ini juga menyepakati MIKTA Foreign Ministers' Statement on Elections held at the UN General Assembly yang berisi pandangan MIKTA terkait sejumlah pemilihan di badan-badan PBB, termasuk terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (UN Economic and Social Council) periode 2021-2023.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved