Breaking News:

Hari Anak Nasional 2020

Istana: Hari Anak Nasional 2020 Momen Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Bagi Anak

anak-anak di seluruh dunia utamanya di Indonesia harus tetap dipastikan mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

Fransiskus Adhiyuda/tribunnews.com
Staf khusus (Stafsus) Presiden Angkie Yudistia saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnews.com, di Kantor This Able, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jubir Presiden bidang Sosial Angkie Yudistia mengatakan, momen Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 kali ini memberi kesan tersendiri bagi kita semua.

Ditengah situasi pandemi global akibat wabah covid-19, anak-anak di seluruh dunia utamanya di Indonesia harus tetap dipastikan mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

Peringatan Hari Anak Nasional 2020 secara virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kali ini, tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam melindungi anak-anak Indonesia.

"Pemerintah memastikan penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa terus dijalankan dengan semangat penuh kasih sayang dan bentuk tanggung jawab negara kepada anak-anak untuk terus mendapatkan ruang tumbuh dan berkembang yang aman dan ramah," kata Angkie melalui keterangan tertulisnya, Kamis (23/7/2020).

Baca: Media Digital Berperan Tingkatkan Kreativitas Anak Selama Pandemi Covid-19

Angkie menambahkan, peningkatan kualitas layanan pendidikan serta kesehatan untuk anak-anak berkebutuhan khusus juga menjadi agenda utama dalam rangka pemenuhan hak tumbuh kembang anak Indonesia.

Utamanya, untuk menjamin lingkungan yang inklusif untuk semua.

Melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, HAN 2020 kali ini, Pemerintah mengambil tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Tema ini menjadi semangat bersama untuk menekan angka kekerasan terhadap anak di Indonesia.

Berdasarkan Data SIMFONI (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) Kemen PPPA terdapat 3.928 kasus kekerasan terhadap anak-anak yang dilaporkan sejak Januari 2020 sampai dengan 17 Juli 2020.

Pemerintah secara bersama-sama melalui Kantor Staf Presiden, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika Kemen PPPA serta Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) membuka layanan 119 ext.8 Sehat Jiwa (SEJIWA), sebagai bentuk dukungan terhadap pelindungan anak-anak dan perempuan di Indonesia.

"Yang rentan mengalami masalah psikososial, seperti terancamnya kualitas kesehatan mental mereka, akibat rasa cemas, stress atau depresi, dan tekanan ekonomi yang ditimbulkan," jelas Angkie.

Dalam pemenuhan pendidikan, metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah skema yang disiapkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjalankan proses belajar mengajar yang baik untuk semua, murid maupun guru, serta orangtua dalam mendampingi.

Pemerataan akses internet terus dilakukan untuk memenuhi proses PJJ secara optimal.

Presiden dan Ibu Negara mengajak anak-anak Indonesia untuk tetap semangat belajar dari rumah dan berdoa agar pandemi Covid-19 ini dapat segera berlalu sehingga anak-anak Indonesia dapat kembali berkumpul bersama guru dan teman-temannya di sekolah

"Selamat Hari Anak Nasional 2020, tetap #Gembiradirumah, semangat dalam mengejar mimpi. Terus menjaga kebersihan dengaan tertib menjalankan protokol kesehatan. Menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta rajin mencuci tangan," tutup Stafsus Presiden ini.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved