Breaking News:

Pernah Ditawari Masuk Kabinet oleh Jokowi, Adian Napitupulu Menolak? 

Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu mengaku pernah ditawari untuk masuk dalam kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (12/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu mengaku pernah ditawari untuk masuk dalam kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Adian menceritakan itu terjadi pada 17 Oktober 2019 lalu ketika dirinya dipanggil ke Istana Negara, Jakarta. Tatkala itu, dia ditawari masuk kabinet dan menolaknya. 

"Bahwa kemudian saya menolak, benar saya menolak. Saya tahu kemampuan saya, saya tahu kesehatan saya, saya mengenal diri saya dengan baik," ujar Adian, dalam diskusi virtual 'Bincang Santai Bersama Adian Napitupulu Uncensored', Kamis (23/7/2020). 

Lantas Adian meminta maaf kepada Jokowi karena menolak tawaran tersebut. Dia menawarkan untuk membantu Jokowi dengan menjadi wakil rakyat. 

Baca: Adian Napitupulu Bantah Minta Jatah Komisaris BUMN ke Erick Thohir

"Saya bilang 'Pak Presiden, ampun, mohon maaf Pak Presiden, izinkan saya membantu bapak dari DPR'," ucap Adian menirukan momen saat itu. 

Baca: Soroti Pengangkatan Komisaris BUMN, Adian Napitupulu Singgung Deklarasi Presiden dan Orang Partai

Selain itu, Adian juga menuturkan Jokowi adalah sosok yang tidak ingkar janji. Pernyataannya merujuk pada saat Jokowi meminta nama-nama kepada dirinya untuk mengisi posisi komisaris BUMN. 

Karena pada 12 Juni 2020, Jokowi kembali mengungkit dan menanyakan masalah tersebut kepada Adian. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menanyakan apakah nama-nama yang diminta kepada Adian belum masuk.

"Presiden bilang 'Loh, belum masuk Mas Adian?' Saya bilang belum Pak Presiden. 'Kenapa?' Nggak tahu saya. 'Memang nama-namanya sudah diserahkan?' Loh sudah dong pak Presiden. 'Ke Pak Mensesneg sudah?' Sudah pak Presiden. 'Nanti sore saya tanya Pak Erick Thohir'," ucap Adian membahas percakapannya kala itu dengan Jokowi

Adian mengatakan Jokowi disitu tidak mengatakan bahwa jumlah nama yang diajukan kebanyakan, tidak memenuhi syarat, ataupun tidak memiliki kapasitas. 

"Kenapa begitu? Karena ebelum kami serahkan ke mensesneg, waktu di Hotel Sahid sudah kami serahkan dan sudah dibaca satu per satu oleh beliau," kata Adian.

Ketika kemudian disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan seolah-olah dirinya dan rekan-rekan aktivis 98 yang meminta posisi komisaris BUMN, Adian mengatakan justru terbalik ceritanya. 

"Apalagi Erick Thohir bilang dia menolak nama komisaris yang diberikan. Yang diberikan ke siapa yang dia tolak? Saya tidak memberikan ke dia. Saya memberikan ke Presiden. Kenapa? Karena diminta. Saya memberikan ke Mensesneg. Kenapa? Karena diminta," tegasnya. 

"Presiden minta nama dari kita. Presiden bukan tukang pos saya untuk mengantar surat kepada Menteri BUMN. Kalau Menteri BUMN mengatakan menolak nama-nama dari kita, secara tidak langsung posisi presiden apa? Pengantar surat atau apa? Nah itu harus dijelaskan," pungkas Adian. 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved