Breaking News:

Pembobol BNI Ditangkap

Polri Ajukan Perpanjangan Penahanan Maria Lumowa Selama 40 Hari kepada Kejati Jakarta

Dalam kesempatan itu, Ahmad menyampaikan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap MPL hingga hari ini.

Tribunnews/Jeprima
Buronan pembobol kredit Bank BNI sebesar 1,2 triliun, Maria Pauline Lumowa saat dibawa menuju ke Ruang VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) usai ditangkap setelah 17 tahun menjadi buron terkait kasus pembobolan kredit Bank BNI sebesar 1,2 triliun. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengajukan surat perpanjangan penahanan pembobol bank BNI Maria Pauline Lumowa (MPL).

Surat itu diajukan kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan perpanjangan penahanan lantaran pemeriksaan terhadap Maria belum selesai dilakukan oleh penyidik.

Adapun perpanjangan waktu penahanan selama 40 hari ke depan.

"Surat yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk mengajukan permohonan perpanjangan penahanan MPL selama 40 hari ke depan terhitung mulai tanggal 29 Juli sampai 7 September 2020," kata Ahmad di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Baca: Pemeriksaan Perdana, Polisi Cecar 27 Pertanyaan Kepada Maria Lumowa 

Dalam kesempatan itu, Ahmad menyampaikan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap MPL hingga hari ini.

Sebaliknya, ia memastikan tersangka dalam kondisi sehat.

"Saya sampaikan tersangka MPL dalam keadaan sehat dan saat ini sedang berlangsung pemeriksaan terhadap tersangka MPL. Saya ulangi pemeriksaan sedang berlangsung," pungkasnya.

Untuk diketahui, Maria Pauline Lumowa alias MPL merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru.

Modus operandi yang dilakukan dengan cara Letter of Credit (L/C) fiktif.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved