Breaking News:

Kasus Novel Baswedan

Jaksa Tak Banding, Novel: Sudah Saya Duga, Apa yang Saya Katakan Sejak Awal Terjadi Semua

Novel mengatakan, dugaan persidangan yang hanya formalitas semata terkonfirmasi dengan adanya vonis hakim dan tak bandingnya jaksa.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Penyidik KPK, Novel Baswedan (tengah) didampingi Ketua Komisi Kejaksaan, Barita Simanjuntak (kiri) dan Wakil Ketua, Babul Khoir memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di Gedung Komisi Kejaksan, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Komisi Kejaksan meminta keterangan Novel Baswedan sebagai tindak lanjut laporan pengaduan masyarakat mengenai kejanggalan tuntutan jaksa penuntut umum dalam persidangan perkara penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK tersebut dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Ia mengatakan, dugaan persidangan yang hanya formalitas semata terkonfirmasi dengan adanya vonis hakim dan tak bandingnya jaksa.

Kinerja jaksa di kasus ini memang mendapatkan sorotan publik. Sebab, jaksa hanya menuntut 1 tahun penjara kepada kedua penyerang Novel.

Sejumlah pihak menilai jaksa seakan tak yakin dengan pembuktian mereka di persidangan. Sebab, jaksa menggunakan Pasal 353 ayat 2 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara, namun hanya menuntut 1 tahun saja.

Baca: Soal Polemik Vonis Penyerang Novel Baswedan, Praktisi Hukum: Harus Dihormati Apapun Keputusannya

Sorotan lain yakni alasan jaksa tidak menerapkan Pasal 355 ayat 1 KUHP yang ancaman maksimalnya 12 tahun penjara.

Jaksa beralasan menilai kedua terdakwa tak bermaksud menyiram air keras ke mata Novel. Jaksa meyakini penyiraman dimaksudkan ke badan, tapi cipratannya turut mengenai mata.

Vonis hakim pun tak berbeda jauh dari tuntutan jaksa. Hakim sepakat dengan jaksa soal pasal yang dijerat untuk kedua terdakwa.

Perihal maksud penyiraman ke badan, bukan ke mata, pun diamini hakim.

Hal ini dikritik sejumlah pihak. Sebab, berbanding terbalik dengan dampak yang timbul hingga membuat mata kiri Novel cacat dan tak bisa diobati.

Tim JPU di kasus Novel pun akhirnya dipanggil oleh Komisi Kejaksaan RI.

Enam jaksa dimintai keterangan terkait sejumlah hal mulai dari tuntutan 1 tahun penjara hingga saksi kunci versi Novel yang tak dihadirkan di persidangan. (tribun network/ham/dod)

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved