Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Jokowi Temui Surya Paloh Minta NasDem Tidak Beri Rekomendasi kepada Adik Iparnya di Pilkada

Perjalanan politik Wahyu Purwanto, ipar Presiden Joko Widodo, di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, harus terhenti.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Foto dokumentasi/Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) berbincang dengan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, saat acara Harlah PKB ke-16 di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan politik Wahyu Purwanto di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, harus terhenti.

Saudara ipar Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu diminta untuk tidak maju Pilkada Gunugkidul.

Jokowi memohon dengan sangat agar Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tak merekomendasikan Wahyu Purwanto sebagai kandidat.

Kiprah politik Wahyu Purwanto dimulai saat maju menjadi calon wakil bupati mendampingi Subardi, pengusaha, dalam Pilkada 2015 lalu.

Saat itu, Wahyu yang diusung Gerindra, PKS, Demokrat, dan PKB kalah dengan pasangan Badingah-Immawan Wahyudi.

Baca: Gibran Jawab Tudingan soal Politik Dinasti: Saya Ikut Kontestasi, Bisa Menang Bisa Kalah

Wahyu ketika itu masih menjadi rektor Universitas Gunungkidul.

Kemudian tahun 2020 ini, Wahyu berniat maju bupati mendaftar ke Partai Nasdem bersama 9 orang lainnya.

Wahyu Purwanto, bakal calon Bupati Gunungkidul yang juga adik ipar Presiden Jokowi.
Wahyu Purwanto, bakal calon Bupati Gunungkidul yang juga adik ipar Presiden Jokowi. (Kompas.com)

Punya Relawan

Untuk memuluskan jalannya dalam dunia politik, Wahyu masuk sebagai dewan Pakar DPW Nasdem Daerah Istimewa Yogyakatrta (DIY).

Bahkan adik ipar Jokowi itu sudah memiliki relawan yang diberi nama 'Ponco Manggolo' yang diklaimnya sampai tingkat Padukuhan.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved