Breaking News:

Kasus Novel Baswedan

Divisi Propam Polri Siap Gelar Sidang Etik untuk Dua Tersangka Penyiram Novel Baswedan

Akibat ulah kedua terdakwa, Novel Baswedan mengalami luka bakar di bagian wajah dan kornea mata.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Suasana sidang pembacaan putusan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette yang disiarkan secara live streaming di PN Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2020). Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri bakal segera menggelar sidang etik terhadap dua terpidana kasus penyiram air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Kedua terpidana itu, yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis saat ini masih berstatus sebagai anggota Polri aktif.

Sidang etik dilakukan lantaran status hukum kedua terpidana sudah berkekuatan hukum
tetap atau inkrah.

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Djuyamto membenarkan bahwa putusan Majelis Hakim dalam perkara kasus penyiraman air keras telah inkrah sejak Kamis (23/7/2020) lalu.

Hal ini lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak mengajukan banding.

"Karena per tanggal 23 Juli kemarin sampai pukul 24.00 WIB JPU tidak mengajukan pernyataan banding, maka putusan telah in kracht," kata Djuyamto yang juga merupakan Hakim dalam persidangan kasus Novel itu saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2020).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono
mengatakan, sesuai aturan ketika vonis hakim sudah inkrah, maka pihaknya akan
segera menggelar sidang etik kepada kedua terpidana.

"Terkait dengan status tentunya nanti ada proses sendiri, karena proses penghentian anggota Polri ada aturan mainnya," ujar Awi di Mabes Polri, Selasa (28/7/2020).

"Yang jelas itu betul larinya ke kode etik. Kalau orang sudah inkrah, terbukti melakukan pidana tentunya larinya ke (pelanggaran) kode etik," imbuhnya.

Meski demikian, dia tak menjelaskan rinci ihwal kapan sidang etik dilakukan.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved