Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Iparnya Diminta Mundur Sebagai Cabub Gunungkidul, Sikap Jokowi Dinilai Bagus Tapi Tak Konsisten

"Harusnya presiden punya sikap negarawan, melarang keluarganya untuk ikut kontestasi politik," katanya

kolase tribunnews (Kompas.com/Tribunnews/Vincentius Jyestha/Youtube Setkab)
Jokowi, Gibran dan ipar Jokowi, Wahyu Purwanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ipar Presiden Joko Widodo ( Jokowi) yakni Wahyu Purwanto menyatakan mundur dari pencalonan Bupati Gunungkidul setelah diminta oleh Jokowi.

Terkait hal itu, pengamat politik dari Universitas Paramadina, Djayadi Hanan mengatakan, permintaan dari Jokowi dinilai bagus.

Baca: Sikap Jokowi soal Kerabatnya di Pilkada 2020: Bicara dengan Surya Paloh hingga Undang Pesaing Gibran

"Itu bagus, tapi tidak konsisten," ujar Djayadi, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (29/7/2020).

"Harusnya presiden punya sikap negarawan, melarang keluarganya untuk ikut kontestasi politik demi menghindari konflik kepentingan, meskipun secara hukum keluarga atau kerabat nyalon itu tidak dilarang," kata Djayadi.

Djayadi mengatakan seharusnya Jokowi tidak hanya meminta iparnya untuk mundur.

Melainkan juga melarang keluarganya untuk ikut kontestasi politik.

Dengan kata lain, anaknya yakni Gibran Rakabuming Raka yang maju di Pilkada Solo dan menantunya yakni Bobby Nasution yang maju di Pilkada Medan juga seharusnya mundur.

"Presiden sudah tahu sejak awal soal ini. Jadi kalau memang punya komitmen etika yang tinggi sejak awal, ya harusnya anak dan menantunya dari awal tidak dikasih restu untuk ikut kompetisi politik sekarang," kata dia.

Menurutnya memang inilah pengorbanan yang harus diberikan seorang presiden dan keluarganya.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved