Breaking News:

Dirut Garuda Sindir Jubir Presiden Terkait Pernyataannya Soal Mudik Lebaran yang Dikoreksi Mensesneg

Mensesneg Pratikno sempat merevisi pernyataan Fadjroel Rachman yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo membolehkan masyarakat mudik lebaran.

TRIBUN/DANY PERMANA
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjawab pertanyaan jurnalis saat melakukan sesi wawancara dengan Tribunnews.com di kantor Garuda Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis (11/6/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra melempar sindiran kepada Juru Bicara (Jubir) Presiden Fadjroel Rachman yang pernah membuat pernyataan lalu dikoreksi oleh Mensesneg Pratikno.

Hal itu disampaikan Irfan saat ngobrol santai #GarudaIndonesia Talks bersama Fadjroel Rachmad 'Kangen Terbang' Episode 3 yang dipublikasikan melalui akun Instagram Garuda Indonesia pada Rabu (29/7/2020) malam.

"Waktu itu sekali ada kejadian tuh, boleh cerita enggak, jadi waktu itu om Fadjroel memberikan statemen sebagai jubir presiden, besoknya Mensesneg mengkoreksi statemennya Pak Juru bicara presiden, itu sebenernya gimana?" tanya Irfan.

Diketahui, Menteri Sekretaris Negara Pratikno sempat merevisi pernyataan Fadjroel Rachman yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo membolehkan masyarakat mudik lebaran.

Baca: Momentum Mudik Lebaran, Dishub DKI Jakarta Sebut 1,8 Juta Orang Keluar dari Wilayah Jabodetabek

Fadjroel menyebut warga boleh mudik selama melakukan karantina 14 hari setibanya di kampung halaman.

"Yang benar adalah: Pemerintah mengajak dan berupaya keras agar masyarakat tidak perlu mudik," kata Pratikno.

Lalu, Fadjroel pun menjelaskan perihal pernyataannya tersebut.

Menurut Fadjroel, Mensesneg Pratikno bukan mengoreksi peryataannya. Melainkan, saat itu pemerintah belum mengambil sikap soal mudik lebaran.

Namun, mengambil sikap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Sebenarnya bukan dalam pengertian mengoreksi, cuman mendudukkan saja posisinya bahwa posisi pemerintah masih dalam posisi tidak, belum melarang. Belum melarang, tetapi tidak menganjurkan. Jadi posisinya begitu," jawab Fadjroel.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved