Breaking News:

Kepercayaan Publik Terhadap Ideologi Pancasila Turun 10% dalam 13 Tahun Terakhir, Ini Kata Pakar

Dosen PPKn UMM, Nurbani Yusuf, membeberkan terjadinya penurunan kepercayaan publik terhadap ideologi Pancasila.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Komunis (Gerak) Jawa Barat melakukan unjuk rasa menentang Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang diusulkan oleh DPR RI, di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/7/2020). Dalam aksinya, mereka menyampaikan enam poin tuntutan dalam bentuk pernyataan sikap, yang isinya di antaranya menolak keras RUU HIP karena akan mengubah Pancasila sebagai dasar negara. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM - Dosen PPKn Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nurbani Yusuf, membeberkan terjadinya penurunan kepercayaan publik terhadap ideologi Pancasila.

Hal tersebut ia paparkan dalam disertasinya berjudul Restorasi Ideologi Pancasila Dalam Pemikiran Tokoh Nasional (Studi Hermeneutika Fenomenologi Terhadap Ahmad Syafii Ma’arif, Yudi Latif, dan Yudian Wahyudi).

Bahkan Nurbani secara gamblang menyebut kepercayaan publik terhadap ideologi Pancasila sudah mengalami penurunan dalam 13 tahun terakhir ini.

"Pada tahun 2005 publik yang pro-Pancasila angkanya mencapai 85,2%, tahun 2010 angkanya menurun menjadi 79,4%, tahun 2015 angkanya menjadi 79,4%, dan di tahun 2018 berada di angka 75,3%."

“Dalam waktu 13 tahun, publik yang pro-Pancasila mengalami penurunan sebanyak 10%,” kata Nurbani kepada Tribunnews, Minggu (2/8/2020).

Terhadap persolan ini, Nurbani menggarisbawahi pentingnya menghidupkan kembali diskursus tentang Pancasila secara proporsional dan kontekstual dengan semangat zaman.

Baca: Sosialisasi 4 Pilar MPR di Nagekeo, Gus Jazil: Nilai Pancasila Sudah Diterapkan Masyarakat Flores

Lebih lanjut, Nurbani menjelaskan lebih rinci bagaimana implikasi yang diberikan para tokoh nasional terhadap ideologi Pancasila.

Ia menilai tokoh-tokoh nasional yang ditelitinya memiliki empat dimensi penting dalam membuat ideologi Pancasila dapat memelihara relevansinya di tengah perkembangan aspirasi masyarakat dan tuntutan perubahan zaman.

Dimensi tersebut yakni dimensi idealitas, dimensi fleksibelitas, dimensi realistas, dan dimensi relatif-spekulatif.

Nurbani menyebut dimensi idealitas maksudnya adalah suatu ideologi perlu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Halaman
123
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved