Breaking News:

Virus Corona

Jokowi: Belakangan Masyarakat Semakin Khawatir Mengenai Covid-19

Presiden menilai, pada pekan belakangan ini masyarakat terlihat sangat khawatir dengan penyebaran virus corona (Covid-19).

Tangkap layar channel YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku merasakan rasa kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, pada pekan belakangan ini masyarakat terlihat sangat khawatir dengan penyebaran virus corona (Covid-19).

Meski, Presiden belum memahami secara pasti alasan yang membuat masyarakat menjadi khawatir.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas 'Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional' melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/8/2020).

Baca: Soal Klaim Obat Virus Corona Hadi Pranoto, Eks Jubir Penanganan Covid: Ini Pembodohan Namanya

"Saya tidak tahu sebabnya apa, tapi suasana pada Minggu terakhir ini kelihatan masyarakat pada posisi yang khawatir mengenai covid," kata Jokowi.

"Entah karena kasusnya meningkat atau terutama menengah atas melihat karena orang yang tidak taat protokol kesehatan tidak semakin sedikit, tapi semakin banyak," tambahnya.

Lebih lanjut, Presiden menyebut, jika kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai angka 111 ribu lebih dengan tingkat kematian 4,7 persen.

Jokowi juga mengakui, bahwa angka kematian di Tanah Air lebih tinggi 0,8 persen dari rata-rata global.

"Ini saya kira yang harus menjadi PR kita bersama," imbuhnya.

Baca: Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Lebih Tinggi dari Global, Ini Kata Jokowi

Dikabarkan, pada Minggu (2/8/2020), terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.519 orang.

Lalu, ada penambahan kesembuhan sebanyak 1.056 orang. Dengan demikian akumulasi kesembuhan mencapai 68.975.

Adapun jumlah kematian bertambah 43 orang hari ini sehingga totalnya 5.236 orang.

Dengan demikian akumulasi kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 111.455 kasus.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved