Breaking News:

Dianggap Merugikan Pemerintah, PB NU Minta Ekspor Benih Lobster Dihentikan

Ekspor benih bening lobster (BBL) diminta untuk dihentikan, karena sangat merugikan masyarakat

Tribunnews/Istimewa
Benih lobster berumur sekitar satu bulan yang dibudidayakan Abdullah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ekspor benih bening lobster (BBL) diminta untuk dihentikan, karena sangat merugikan masyarakat.

Hal ini ditekankan oleh Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU) dalam surat pernyataannya.

Sebab NU menilai kebijakan ini merugikan bagi masyarakat, dan seharusnya pemerintah hanya membolehkan ekspor lobster dewasa, bukan benihnya.

Keputusan PB NU ini tertuang dalam hasil Bahtsul Masail Lembaga Bahtsul Masail PB NU, Nomor: 06 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Ekspor Benih Lobster.

Keputusan ini ditandatangani oleh Ketua Lembaga Bahtsul Masail PB NU. Nadjib Hassan dan Sekretaris Sarmidi Husna pada Selasa, 4 Agustus 2020.

Baca: Harga Benih Lobster dari Nelayan Rp 3000, Pengepul Jual Rp 20.000, Edhy Prabowo Terbitkan Aturan Ini

Keputusan PB NU ini diteken oleh Ketua Lembaga Bahtsul Masail PB NU, M. Nadjib Hassan dan Sekretaris Sarmidi Husna pada Selasa, 4 Agustus 2020

Ada empat kesimpulan yang diambil oleh Ketua Lembaga Bahtsul Masail PB NU:

Pertama, ekspor benih bening lobster (BBL) harus dihentikan. PB NU meminta pemerintah harus memprioritaskan pembudidayaan lobster di dalam negeri.

Selain itu ekspor hanya diberlakukan pada lobster dewasa, bukan benih.

Baca: KKP Diminta Evaluasi Tarif Logistik Ekspor Benih Lobster

PBNU meminta Menteri KP harus memprioritaskan pengelolaan benih bening lobster (BBL) di dalam negeri, bukan mengekspor ke Vietnam, dan menguntungkan negara kompetitor tersebut.'

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved