Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Minta Rumah Sakit Batasi Jam Kerja Tenaga Kesehatan

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta rumah sakit untuk membatasi jam kerja

WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
Petugas memakai Alat Pelindungan Diri (APD) membawa poster yang terlulis update perkembangan kasus positive Covid-19 di Halte Transjakarta Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2020). Tim Gugus Covid-19 DKI Jakarta melaporkan adanya 357 kasus baru pasien positif Covid-19 pada hari ini. Hingga jumlah total kasus positif sudah mencapai 23.266 orang. Aksi menunjukan poster tersebut sebagai bentuk pengingat kepada warga Jakarta agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas diluar ruangan. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta rumah sakit untuk membatasi jam kerja para tenaga kesehatannya.

Sehingga para tenaga medis tidak terlalu kelelahan karena miliki imunitas yang baik.

"Kami ingin mengingatkan kepada setiap rumah sakit untuk memberikan perlindungan penuh pada para tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 berupa pembatasan jam kerja agar tidak Kelelahan yang dapat berakibat pada penurunan imunitas. bersama kita saling menjaga bersatu kita bisa," kata Wiku di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, (6/8/2020).

Baca: 7 Orang Pelaku Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Makassar Masih Buron

Pemerintah menurut Wiku  memfokuskan pada keselamatan tenaga kesehatan dalam menghadapi Pandemi Corona. Apalagi pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyaknya tenaga kesehatan gugur saat bertugas.

"Pemerintah tidak memiliki toleransi terhadap kondisi ini dan kami berusaha keras untuk mencegah terjadinya korban yang lebih banyak lagi," kata Wiku.

Baca: Daftar Bantuan Pemerintah bagi Terdampak Covid-19, Token Listrik Gratis hingga BLT Rp 300 Ribu

Wiku mengatakan bahwa di Indonesia terdapat ketimpangan  rasio jumlah tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk. Oleh karena itu perlindungan tenaga kesehatan menjadi prioritas pemerintah dalam menghadapi Pandemi.

"Ada pun langkah mitigasi yang kami lakukan yaitu memastikan bahwa tenaga kesehatan mendapatkan akses dan proteksi alat pelindung diri yang sesuai standar tertinggi internasional," kata Wiku. 

Untuk alat pelindung diri menurut Wiku, Indonesia  telah memiliki produk buatan lokal dengan nama Ina United yang telah lolos standar internasional tertinggi. Pemerintah terus mendorong agar seluruh tenaga kesehatan di Indonesia bisa mendapatkan APD yang berstandar.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved