Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning Boleh Tidak Dilaksanakan Jika Pemerintah Daerah tidak Siap

Nadiem Makarim menegaskan bahwa kebijakan pembukaan sekolah di zona kuning tidak dipaksakan untuk dijalani oleh satuan pendidikan.

SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
SIMULASI - Simulasi pembelajaran tatap muka di SMP 17 Agustus 1945, Selasa (4/8/2020). Simulasi proses pembelajaran tatap muka yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Surabaya dilakukan seminggu setelah pertemuan kepala SMP negeri dan Swasta bersama Wali Kota Surabaya. Sebanyak 10 sekolah swasta dari 21 sekolah pilot project pembelajaran tatap muka ditunjuk mewakili wilayahnya. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah mengizinkan sekolah di zona hijau menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di sekolah, Pemerintah kini juga mengizinkan sekolah di zona kuning penularan virus corona untuk dibuka kembali.

Itu artinya, kegiatan tatap muka di sekolah kembali diizinkan. Adapun sekolah di zona oranye dan merah masih dilarang karena berisiko tinggi penularan virus corona.

"Ada 163 zona kuning yang kiranya nanti ini akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka, tetapi sesuai dengan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, saat menggelar konferensi pers bersama Mendikbud Nadiem Makarim, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, dan Menteri Agama Fachrul Razi, Jumat (7/8/2020).

Menurut Doni, syarat pembelajaran tatap muka di zona kuning sama seperti pembukaan sekolah di zona hijau.

"Polanya hampir sama dengan zona hijau. Artinya keputusan untuk memulai sekolah atau belajar tatap muka juga dikembalikan kepada daerah para bupati," terangnya.

Berdasarkan peta zonasi per 2 Agustus, ada 163 daerah yang termasuk dalam kategori zona kuning.

"Kalau kita lihat peta hari ini, per 2 Agustus 2020, ada 163 zona kuning, yang kiranya nanti ini akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka, tetapi sesuai dengan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, polanya hampir sama dengan zona hijau," kata dia.

"Artinya, keputusan untuk memulai sekolah atau belajar tatap muka juga dikembalikan kepada daerah. Para bupati, para wali kota, dan gubernur, karena para pejabat itulah yang paling tahu situasi di daerah masing-masing," ujar dia.

Sebelumnya, pembukaan kembali sekolah memang hanya diperuntukkan untuk daerah di zona hijau atau nol kasus penularan virus corona.

Izin itu diberikan sejak awal tahun ajaran pendidikan 2020/2021 pada Juni lalu. Syaratnya, sekolah harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat di sekolah.

Baca: Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning Wilayah Bali, Kadisdikpora Tunggu Izin Gubernur

Halaman
123
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved