Breaking News:

Wamenhan Yakini Negara dengan Ketahanan Pangan Kuat Disegani Secara Global

Indonesia, menurut dia, akan mengarah ke sana. Di antaranya menyiapkan cadangan pangan melalui komoditi strategis.

Tribunnews.com/Gita Irawan
Wakil Menteri Pertahanan RI Sakti Wahyu Trenggono di Kantor Kementerian Pertahanan RI Jakarta Pusat pada Selasa (5/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan RI Sakti Wahyu Trenggono, berpendapat negara yang memiliki ketahanan pangan kuat akan memiliki efek gentar dan disegani secara global.

Sebab, kata Trenggono, negara tersebut mampu memenuhi konsumsi masyarakatnya.

"Negara yang memiliki ketahanan pangan kuat akan disegani secara global karena mampu berdikari memenuhi konsumsi masyarakatnya. Kita (Indonesia) akan mengarah ke sana, salah satunya dengan menyiapkan cadangan pangan melalui komoditi strategis salah satunya singkong," kata Trenggono saat memberikan Keynote Speaker dalam Webinar bersama PII pada Kamis (13/8/2020).

Baca: Syahrul Yasin Limpo Yakin Sektor Pertanian Jadi Penyelamat Ekonomi Nasional di Masa Sulit

Menurut Trenggono berbagai sektor dalam kehidupan bisa terdampak jika singkong dikembangkan sebagai salah satu cadangan pangan strategis.

Misalnya, kata dia, di sektor pangan dan kesehatan akan terjadi penambahan waktu tenggat cadangan pangan strategis selama 120 hari atau setara dengan 10 juta ton PATI atau karbohidrat per tahun.

Selain itu menurut Trenggono hal tersebut berdampak di bidang ekonomi dan sosial dimana akan terjadi peningkatan cadangan devisa negara melalui pengurangan impor sebesar Rp 26 triliun dan penyediaan lapangan kerja untuk 76 ribuan orang sebagai Komponen Cadangan.

Tidak hanya itu, hal tersebut juga berdampak bagi perkembangan ilmu dan teknologi dimana persentase muatan lokal dari teknologi yang digunakan meningkat.

Selain itu juga akan berdampak pada peningkatan produktivitas PATI melalui bioteknologi tanaman singkong, penggunaan PATI singkong atau Tapioka sebagai sumber bahan kimia dan mineral meningkat, serta pengembangan konsep biorefinery yang tepat untuk setiap proses.

"Semua dampak positif itu bisa kita raih jika mampu memproduksi sekitar 40 juta ton singkong setiap tahun. Nilai produksi itu akan setara dengan 10 juta karbohidrat yang senilai Rp62 triliun. Belum lagi dihitung nilai produk turunannya. Makanya tadi saya bilang jika kita kembangkan cadangan pangan startegis ini akan menimbulkan efek gentar secara geostrategis bagi negara," kata Trenggono.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved