Breaking News:

Keributan di Pesawat

Soal Keributan dengan Mumtaz Rais, Polres Bandara Temui Pimpinan KPK, Mereka Bicara Penyelesaian

Pihak Polres Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah menemui pimpinan KPK, Pamolangi Nawawi.

Instagram/mumtaz.rais
Ahmad Mumtaz Rais merupakan anggota DPR DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus anak dari mantan ketua MPR Amien Rais. 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta telah menemui pimpinan KPK, Pamolangi Nawawi.

Demikian dikatakan Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Pertemuan itu terkait insiden yang melibatkan Pamolangi Nawawi dengan putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, dalam penerbangan Garuda Indonesia rute Gorontalo-Makassar-Jakarta, Rabu (12/8/2020).

"Pihak Polres Bandara (Soekarno-Hatta) juga sudah datang menemui Pak Nawawi di Kantor KPK dan sudah disampaikan pada prinsipnya bahwa penyelesaian kejadian itu diserahkan sepenuhnya kepada petugas yang berwajib," ucap Ali Fikri. 

Baca: Eks Pimpinan KPK Sebut Mumtaz Rais Arogan dan Tak Cerminkan Sikap Wakil Rakyat

Selain itu, kata Ali, PT Garuda Indonesia juga telah menghubungi Nawawi untuk mengapresiasi karena telah mendukung aturan keselamatan penerbangan.

"Sampai sore ini, pihak PT Garuda juga telah menghubungi Pak Nawawi dan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas apa yang dilakukan selaku penumpang Garuda Indonesia yang mendukung aturan keselamatan penerbangan terkait turut mengingatkan sesama penumpang demi keselamatan bersama," kata Ali Fikri.

Ahmad Mumtaz Rais, Putra Ketiga Amien Rais Calonkan Bupati Sleman Pilkada 2020
Ahmad Mumtaz Rais, Putra Ketiga Amien Rais Calonkan Bupati Sleman Pilkada 2020 (Youtube KompasTV)

KPK pun menegaskan, insiden itu seharusnya tidak perlu terjadi jika seluruh penumpang memiliki kesadaran bersama dan bersedia diingatkan jika melakukan kekeliruan.

Nawawi, kata dia, juga sudah menyampaikan hal itu bukan masalah pribadi beliau tetapi agar menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk patuh pada aturan yang berlaku, khususnya di penerbarangan karena ini terkait dengan keselamatan seluruh penumpang.

Baca: Pakai HP di Pesawat, Mumtaz Rais Putra Amien Rais sampai 3 Kali Ditegur Awak Garuda dan Pimpinan KPK

"Yang juga paling penting apapun jabatan kita bukan berarti membuat kita dikecualikan dari kewajiban etik dan hukum agar patuh pada peraturan yang berlaku. Justru pejabat publik wajib memberikan contoh integritas dalam hal apapun," kata Fikri.

Insiden bermula saat pesawat terbang mengisi bahan bakar ketika transit di Makassar.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved