Breaking News:

KPK Masih Cari Bukti Pemerasan yang Dilakukan Oknum Jaksa Terhadap 64 Kepala SMP di Indragiri Hulu

KPK masih memperkuat alat bukti dari kasus dugaan pemerasan terhadap Kepala Sekolah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau oleh oknum jaksa.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memperkuat alat bukti dari kasus dugaan pemerasan terhadap kepala sekolah menengah pertama (SMP) Negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau oleh oknum jaksa.

"Sementara prosesnya masih tahap penyelidikan, masih mencari alat bukti," ungkap Deputi Penindakan KPK Karyoto saat dikonfirmasi, Minggu (16/8/2020).

Dalam waktu dekat, Karyoto memastikan KPK bakal menginformasikan kepada awak media hasil penyelidikan tersebut.

"Semuanya melalui prosedur, dalam waktu singkat kami akan sampaikan hasilnya," ujarnya.

Karyoto menjelaskan, kasus dugaan pemerasaan tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat.

"Memang pada saat itu ada yang ngadu langsung ke KPK, adanya permintaan oleh oknum jaksa itu terdengar ke sini (KPK). Tentunya kalau ada laporan dari masyarakat kita tindaklanjuti," kata Karyoto.

Baca: 64 Kepala SMP di Indragiri Hulu Mengundurkan Diri, Mengaku Alami Pemerasan Sejak 2016

Diberitakan sebelumnya, KPK telah memeriksa kepala SMPN se-Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Pemeriksaan dilakukan KPK disebuah hotel berbintang di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau.

"Benar ada kegiatan (pemeriksaan) KPK di sana," kata Ali saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2020).

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved