Breaking News:

Menlu Retno Marsudi Ingatkan Alasan G20 Dibentuk

Retno mengingatkan kembali semangat kerjasama juga diperlukan untuk menangani pandemi Covid-19.

Kemlu RI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi selaku presiden Dewan Keamanan (DK) PBB, memimpin langsung Debat Terbuka Virtual Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai Pandemi dan Tantangan Bina Damai, Rabu (12/8/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi mengingatkan kembali alasan G20 dibentuk 21 tahun lalu yakni sebagai respon atas krisis keuangan dan ekonomi tahun 1999.

Menurutnya dengan spirit kolaborasi dan kepemimpinan global, kerja sama negara G-20 berhasil membawa dunia keluar dari krisis saat itu.

Saat menghadiri pertemuan Luar Biasa Menteri Luar Negeri G20, Kamis (3/9/2020), Retno mengingatkan kembali semangat kerjasama juga diperlukan untuk menangani pandemi Covid-19.

“Di saat krisis ini, spirit kerjasama dan collective global leadership perlu terus diperkuat sehingga G20 dapat menjadi lokomotif upaya menangani pandemi," tegas Menlu Retno dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Baca: Pertemuan Menteri G20, RI Tekankan Penguatan Pangan Hadapi Covid-19

Pertemuan dipimpin Presidensi KSA dan dihadiri oleh Sekjen PBB, Dirjen WHO, Presiden Group Bank Dunia, Sekjen OECD, para Menlu negara anggota dan undangan G20.

Pertemuan Menlu G20 diadakan secara virtual sebagai salah satu tindak lanjut dari KTT Luar Biasa G20 pada bulan Maret lalu.

Salah satunya ditujukan untuk memperkuat kerja sama penanggulangan dampak pandemi terutama terkait kerja sama lintas batas.

Kendati krisis yang dihadapi saat ini berbeda, Menlu berharap G20 dapat bekerja sama dan menjadi bagian dari solusi.

Setidaknya ada tiga hal utama yang disampaikan Retno yakni, soal perlindungan warga negara, mendorong kolaborasi untuk menguatkan kerja sama kesehatan terutama vaksin, serta kerja sama dalam mitigasi dampak sosio-ekonomi dari krisis.

“Negara-negara G-20 harus mengambil langkah terdepan dalam upaya pemulihan kembali ekonomi dunia, diantaranya dengan membuka kembali konektivitas lintas batas bagi manusia maupun barang, dengan syarat diterapkannya protokol kesehatan yang ketat,” lanjutnya.

Di akhir pertemuan Menlu menegaskan kembali bahwa persatuan dan solidaritas negara-negara G-20 akan menjadi faktor pendorong penting dalam upaya dunia memerangi pandemi Covid-19.

Kelompok G20 beranggotakan 19 negara dengan perekonomian terbesar di dunia ditambah dengan Uni Eropa.

Forum kerja sama multilateral ini dibentuk pada tahun 1999 untuk  berkontribusi terhadap masalah global.

“Indonesia sendiri akan menjadi presiden forum G20 pada tahun 2023,” ungkap Menlu Retno.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved