Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Pemalsuan Surat Jalan Djoko Tjandra ke Bareskrim Polri

Jaksa menyebutkan berkas perkara pemalsuan surat jalan dan bebas Covid-19 palsu Djoko Tjandra dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tribunnews/JEPRIMA
Jampidus Kejaksaan Agung Ali Mukartono bersama Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak saat berbincang usai konferensi pers terkait perkembangan perkara Tipikor gratifikasi di Gedung Bundar Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2020). Gelar perkara ini dilakukan secara tertutup dan dipimpin oleh Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi. Gelar perkara ini dihadiri oleh Kemenko Polhukam, Bareskrim, KPK, dan juga Komisi Kejaksaan. Seperti diketahui Kejagung menetapkan Pinangki sebagai tersangka pada 11 Agustus 2020 dan ditahan di rutan Salemba cabang Kejagung. Pinangki diduga menerima hadiah atau janji berkaitan dengan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra. Saat itu Pinangki menjabat sebagai Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) menyebutkan berkas perkara pemalsuan surat jalan dan bebas Covid-19 palsu Djoko Tjandra dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JAM Pidum Kejaksaan Agung RI Fadil Zumhana mengatakan pengembalian berkas perkara itu setelah JPU melakukan gelar perkara bersama penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada hari ini Rabu (9/9/2020).

"Belum (diterima JPU, Red), masih diberikan petunjuk," kata Fadil kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

Baca: Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Eks Kalapas Sukamiskin ke PN Bandung

Namun demikian, pihaknya tidak menjelaskan lebih lanjut alasan berkas perkara surat jalan palsu Djoko Tjandra belum memenuhi syarat (P-19). Yang jelas, kata dia, ada sejumlah hal yang harus dilengkapi oleh Bareskrim Polri.

"Tidak mungkin saya beritahu subtansinya apa," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasus surat jalan dan bebas Covid-19 palsu yang digunakan oleh Djoko Tjandra.

Baca: Bareskrim Polri Gelar Perkara Bareng JPU Terkait Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan gelar perkara itu telah dilaksanakan di gedung Kejaksaan Agung, Rabu (9/8/2020) pagi tadi.

"Kami melaksanakan ekspose kedua di Kejagung sudah selesai tadi pagi," kata Ferdy kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

Dia mengatakan gelar perkara itu bertujuan untuk koordinasi kelengkapan berkas perkara bersama JPU. 

"Kita ekspose dengan JPU untuk koordinasi terkait kelengkapan formil dan materil 3 berkas perkara tersebut," pungkasnya.

Untuk diketahui, Bareskrim polri menetapkan tiga tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen surat jalan dan bebas Covid-19 palsu yang digunakan Djoko Tjandra. Mereka adalah Brigjen Prasetijo Utomo, Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking.

Dalam perkara ini, tersangka Brigjen Prasetijo disangkakan dengan tiga pasal berlapis yakni Pasal 263 Ayat 1 dan Ayat 2 juncto Pasal 55 Ayat 1 Kesatuan E KUHP, Pasal 426 Ayat 1 KUHP dan atau Pasal 221 Ayat 1 KUHP.

Sementara itu, tersangka Anita Kolopaking disangkakan melanggar Pasal 263 Ayat 2 KUHP berkaitan dengan pembuatan surat palsu. Selain itu, Anita disangka melanggar Pasal 223 KUHP tentang memberikan bantuan terhadap Djoko Tjandra saat menjadi buronan untuk meloloskan diri.
 

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved