Rabu, 10 Juni 2026

Kepala Bakamla: Coast Guard Indonesia Salah Satu yang Terlambat Dilengkapi Persenjataan

Produk perdana yang dibeli Bakamla RI tersebut yakni Mitraliur atau senapan mesin 12,7 mm buatan PT Pindad.

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ist
Bakamla 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Bakamla RI membeli senjata untuk pertama kalinya. Produk perdana yang dibeli Bakamla RI tersebut yakni Mitraliur atau senapan mesin 12,7 mm buatan PT Pindad.

Sebelumnya, Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Aan Kurnia berharap dengan pembelian senjata tersebut dapat membantu meningkatkan tugas Bakamla RI dalam menegakkan hukum di wilayah  perairan Indonesia.

"Saya berharap dengan Bakamla RI diizinkan beli senjata, bisa memperkuat pelaksanaan tugas di laut khususunya untuk masalah penegakkan hukum," kata Aan usai penandatanganan kerjasama pengadaan senjata dan amunisi di Gedung Perintis Mabes Bakamla, Jalan Proklamasi nomor 56, Jakarta Pusat, Rabu, (9/9/2020).

Menurut Aan dari aspek peralatan, Coast Guard Indonesia masih tertinggal dari negara negara lain di kawasan. Diantaranya, kapal patroli Coast Guard negara lain sudah dilengkapi dengan senjata.

"Perlu diketahui teman teman, di Coast Guard ini di kawasan ini memakai senjata sudah lama dan kita salah satu yang termasuk terlambat. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali." katanya.

Pengadaan senjata oleh Bakamla sendiri selama ini terbentur regulasi. Bakamla RI akhirnya diberikan izin untuk membeli senjata merujuk pada Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 7 Tahun 2010 Tentang Pedoman Perizinan, Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api Standar Militer di Luar Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia.

Baca: Kapal Patroli Bakamla Kini Dilengkapi Senapan Mesin 

"Hari ini luar biasa bagi Bakamla,  karena Bakamla pertama kali pengadaan senjata secara resmi dan kami baru mendapat izin membeli senjata. Ini prosesnya sudah mulai dari Juni, Agustus, dan dan hari ini secara resmi Bakamla menjalin kontrak  pengadaan senjata di PT Pindad," kata Aan.

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Aan Kurnia mengatakan bahwa senjata mesin (mitraliur) 12,7 mm beserta amunisinya yang dibeli dari PT Pindad, akan ditempatkan di sejumlah kapal patroli Bakamla RI.

"Saya gunakan nanti di kapal (ukuran) 48 meter, 80 meter, dan 110 meter. Semua kapal yang dimiliki Bakamla akan saya gunakan ini," kata Aan.

Menurut Aan, mitraliur 12,7 mm merupakan senjata yang tergolong ringan. Karena senjata tersebut hanya digunakan untuk pertahanan diri. Nantinya dalam satu kapal Patroli akan ditempatkan dua pucuk mitraliur 12,7 mm. 

"12,7 ini mitraliur ringan, ini untuk self defense yaitu untuk pertahanan diri di kapal kapal," katanya.

Untuk diketahui Bakamla RI memiliki sejumlah kapal patroli. Diantaranya kapal markas yang berukuran 110 meter, Kapal patroli berukuran 80 meter, 48 meter, serta 15 meter. Bakamla juga memiliki  Rigid Inflatable Boat berukuran 12 meter. Semua kapal diberi kode KN yaitu Kapak Negara.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved