Breaking News:

Virus Corona

Banyak Pegawai Kemenkes Positif Corona, Politikus PKS: Instansi Pemerintah Jangan Jadi Contoh Buruk 

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani mengingatkan jangan sampai instansi pemerintah jadi contoh buruk dalam penerapan protokol kesehatan

Tenaga medis dan ilustrasi corona virus.
Kolase TribunNewsmaker - Xinhua via SCMP dan Shutterstock 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut banyak pegawainya terinfeksi Covid-19.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati mengatakan pegawai yang terpapar dan mengalami gejala ringan diminta untuk menjalani isolasi mandiri, sementara yang menunjukkan gejala berat dirujuk ke rumah sakit.

Terkait hal itu, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher mengingatkan  jangan sampai instansi pemerintah menjadi contoh buruk dalam penerapan protokol kesehatan.

"Terkait banyak pegawai Kemenkes terpapar, ini harus menjadi pengingat bagi kita semua agar mematuhi protokol kesehatan dan tetap menjaga kebugaran. Jangan sampai instansi pemerintah jadi contoh buruk penerapan protokol kesehatan," ujar Netty, dalam keterangannya, Rabu (16/9/2020).

Baca: Kemenkes Tambah 3500 Dokter Internship Untuk Tangani Pasien Covid-19 

Menurutnya kasus pegawai Kemenkes yang terinfeksi Covid-19 menjadi alarm kesekian kalinya bagi pejabat di Kemenkes untuk segera mengambil kebijakan strategis dan tepat agar bisa melindungi rakyat, termasuk di dalamnya pegawai kementeriannya sendiri.

"Tingkatkan upaya preventif dan kuratif penanganan Covid-19 baik di tingkat kementerian maupun nasional," kata dia.

Netty menyebut Covid-19 menyerang siapa saja tanpa tebang pilih karena virus memiliki daya tular yang tinggi.

Karena itu, siapa saja, baik tua, muda, ekonomi menengah maupun atas, perkotaan maupun pedesaan semua berpotensi tertular.

Oleh karena itu, politikus PKS itu meminta pemerintah dan masyarakat tidak menganggap remeh ancaman Covid-19 yang per Selasa (15/9) telah memakan menginfeksi 225.030 orang.

"Waspadai tempat kumpul atau kerumunan massa sebagai klaster penularan seperti perkantoran, tak terkecuali kantor-kantor pemerintah. Pastikan seluruh kebijakan yang diambil berbasis pada menyelamatkan sistem kesehatan. Jangan sampai kita kalah dengan kepentingan lain yang hanya menguntungkan sebagian pihak saja," jelas Netty.

Baca: Viral, Tak Perlu Rapid Test Lagi, Saat Bepergian Hanya Cek Suhu Tubuh, Kemenkes Beri Klarifikasi

Lebih lanjut, Netty mengingatkan manajemen perkantoran dan pelaku usaha lebih disiplin melakukan langkah pencegahan penularan demi melindungi keselamatan pegawainya.

"Segera lakukan skrining, perbanyak test, pengaturan shift kerja, penegakan protokol kesehatan secara ketat, serta peningkatan fasilitas, sarana dan prasarana penerapannya. Perkantoran milik pemerintah harus menjadi pelopor dan teladan dalam pemberlakuan protokol kesehatan," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved