Breaking News:

Indonesia Tekan China Investigasi Menyeluruh Kasus ABK WNI di Kapal Ikan RRT

isu ABK WNI juga sempat dibahas dalam pertemuan antara Menlu RI dan Menlu RRT, di bulan Juli dan Agustus 2020.

Kemlu RI
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dalam press briefing dengan media, Rabu (29/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia menekan China melakukan investigasi secara menyeluruh kasus-kasus anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) di kapal-kapal ikan berbendera RRT (Tiongkok).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi berujar hal itu penting dilakukan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dari kedua negara dapat dibawa ke ranah hukum.

“Tujuan dari komunikasi ini ada dua, yang pertama penyelesaian masalah yang saat ini ada dan yang kedua adalah mencegah hal serupa terjadi lagi di kemudian hari,” tegas Menlu di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Retno mengatakan isu ABK WNI juga sempat dibahas dalam pertemuan antara Menlu RI dan Menlu RRT, di bulan Juli dan Agustus 2020.

Ia menyebut respon pemerintah China kepada pemerintah Indonesia dinilai cukup suportif, yakni dibuktikan dengan terselenggaranya pertemuan perwakilan kedua negara secara virtual, Rabu (16/9/2020).

“Wakil Pemerintah Indonesia terdiri dari Kemlu, Kemenkumham, Kemenaker, KKP, Kejagung dan Polri dengan Pemerintah RRT yang diwakili oleh Kemlu, Kementerian Pertanian dan Kementerian Sumber Daya Manusia RRT,” kata Menlu.

Baca: Kemlu Fasilitasi Pemenuhan Hak ABK WNI Long Xing 629 ke Ahli Waris

Retno mengatakan pertemuan antar perwakilan kedua negara berlangsung secara konstruktif.

Indonesia sendiri menyambut baik hasil pertemuan tersebut dan menunggu pemerintah China menindaklanjuti komitmen yang telah disepakati.

Salah satunya terkait pemulangan para ABK WNI kapal ikan RRT yang masih stranded di berbagai wilayah di dunia ke Indonesia serta penyelesaian kasus gaji ABK yang belum dibayar.

“Kemudian RRT juga akan menyusun guidelines bagi para pemilik kapal untuk penanganan jenazah, RRT siap melakukan kerjasama MLA dan lain sebagainya,” kata Retno.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tanggal 16 September tersebut, Kemlu Indonesia akan mengadakan pertemuan koordinasi internal diantara K/L terkait di Indonesia pada 18 September 2020.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved