Breaking News:

KPK Jawab Kritik Mahfud MD

Mahfud mengaku dirinya dan Presiden Joko Widodo tidak bisa melakukan apa-apa atas kondisi ini kecuali para penegak hukum itu sendiri.

KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Mahfud mengatakan rencana merekrut preman untuk mengawasi protokol kesehatan sudah sesuai imbauan presiden. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut penegakan hukum di Indonesia terkesan jelek di mata masyarakat.

Ia menilai banyak warga menganggap akan diperas hingga ditangkap oleh penegak hukum dalam suatu perkara.

Mahfud mengaku dirinya dan Presiden Joko Widodo tidak bisa melakukan apa-apa atas kondisi ini kecuali para penegak hukum itu sendiri.

Plt Juru Bicara Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menyikapi kritik Mahfud dengan kepala dingin.

Baca: Mahfud MD: Sudah Sangat Jelek Kesan Penegakan Hukum Kita

Menurut Ali, yang disampaikan Mahfud sebaiknya dijadikan motivasi untuk berbenah.

“KPK memandang setiap kritik yang disampaikan sebagai motivasi untuk terus melakukan perbaikan khususnya dalam upaya pemberantasan korupsi saat ini sebagaimana kewenangan KPK,” kata Ali kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

Atas pelaksanaan tugasnya, lanjut Ali, KPK bertanggung jawab kepada masyarakat.

Untuk itu, tekan Ali, KPK selalu memastikan penegakan hukum oleh jajarannya selalu dalam koridor hukum yang berlaku dengan mengedepankan asas-asas transparansi, akuntabilitas dan keadilan.

“Dan sesuai mandat UU KPK juga mempunyai kewenangan pencegahan yang membutuhkan peran serta seluruh elemen bangsa. Karenanya, KPK mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan dlm pemberantasan korupsi baik melalui pendekatan pencegahan maupun penindakan,” katanya.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved