Breaking News:

Virus Corona

Menkes Sebut Ada 3.500 Tenaga Kesehatan Tangani Pandemi, Legislator PDIP: Ingin Tenangkan Masyarakat

Anggota DPR Rahmad Handoyo menilai pernyataan Menkes Terawan justru berusaha menenangkan masyarakat, meyakinkan Indonesia mampu mengendalikan Covid-19

Kolase TribunStyle
Menkes Terawan (kanan) dan Ilustrasi virus corona (kiri) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang mengatakan masih ada tenaga kesehatan sekira 3.500 dokter hingga perawat untuk menangani pandemi Covid-19 di Tanah Air menuai komentar berbagai pihak.

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai pernyataan Terawan justru berusaha menenangkan masyarakat.

Terutama meyakinkan bahwa Indonesia saat ini masih memiliki kemampuan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Saya kita pernyataan pak Menteri (Terawan Agus Purwanto) tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa kita masih memiliki kemampuan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19," ujar Rahmad, dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).

"Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa kita dengan ketersediaan ruang perawat yang cukup serta tenaga nakes yang ada, akan allout menangani pasien Covid-19," imbuhnya.

Baca: Menkes Terawan : Unicef Upayakan Vaksin Covid-19 yang Aman, Luas dan Terjangkau untuk Indonesia

Rahmad mengaku kurang setuju apabila ada pihak yang beranggapan pernyataan Terawan tidak etis dan seolah-olah tidak berempati kepada para tenaga medis yang telah gugur.

"Saya melihat pak menteri menyebutkan jumlah dokter dan perawat, justru karena ingin menenangkan masyarakat. Bukankah beberapa hari belakangan ini masyarakat dikejutkan dengan informasi yang menyatakan rumah sakit perawatan pasien Covid-19 sudah penuh? Saya kira begitu, pak menteri ingin menenangkan masyarakat," jelasnya.

Politikus asal Boyolali, Jawa Tengah, itu mengatakan yang paling penting saat ini bukanlah mengenai jumlah tenaga kesehatan yang ada.

Akan tetapi, kata Rahmad, semua pihak harus bertindak dan bergotong royong agar budaya hidup baru, seperti jaga jarak, penggunaan masker serta cuci tangan bisa lebih membumi.

"Saya kira disiplin yang tinggi sesuai dengan protokol kesehatan merupakan bentuk penghormatan kepada para tenaga kesehatan yang telah gugur," tandasnya.

Baca: Kementerian PUPR Sediakan Hunian bagi Tenaga Kesehatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran

Sebelumnya diberitakan, pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang menyebut masih banyak tenaga kesehatan cadangan sekitar 3.500 dokter hingga perawat untuk menangani pandemi Covid-19 di tanah air menuai kontroversi.

Anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil menilai ucapan seorang menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo seperti itu tidak etis.

Pasalnya, ucapan tersebut seolah tidak menunjukkan empati kepada para tenaga medis yang telah gugur.

"Ucapan Terawan bukanlah cara yang tepat dan cerdas. Pernyataan itu bisa diinterpretasi seolah-olah dokter itu barang yang ada di gudang," ujar Nasir Djamil.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved