Breaking News:

Haris Azhar: Masyarakat Harus Punya Nilai Tawar Terhadap Para Politisi

Aktivis Hak Asasi Manusia Haris Azhar menilai pelanggaran HAM banyak terjadi di Indonesia.

Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivis Hak Asasi Manusia Haris Azhar menilai pelanggaran HAM banyak terjadi di Indonesia.

Untuk itu, harusnya masyarakat Indonesia tak lagi merindukan sosok minus soal HAM duduk di pemerintahan.

"Korbannya (pelanggaran HAM) sudah semakin banyak, harusnya kita punya nilai bargain yang baik kepada para politisi, kepada orang-orang yang mencari kekuasaan, karena kitalah yang memegang standar nilai, bukan mereka," kata Haris Azhar dalam webinar bertajuk Mengingat Indonesia: September dan Tragedi Gelap Penegakan HAM Indonesia, Kamis (24/9/2020).

Baca: Haris Azhar Usul September Hitam Melekat terhadap Peristiwa Pelanggaran HAM Sebaiknya Diubah

Haris mengatakan saat ini masyarakat Indonesia masih ada yang mendewa beberapa nama.

"Jokowi dengan rezimnya atau Prabowo dengan kelompok politiknya. Padahal ketika mereka berkuasa, masyarakat juga dibohongi," katanya.

Baca: Haris Azhar: Pandemi Covid-19 Kali Ini Telah Ciptakan Makar-makar Kecil dalam Masyarakat

Haris menekankan pentingnya solidaritas masyarakat dalam memelihara memori terkait pelanggaran HAM.

Terutama, kata Haris, ketika negara tak berpihak dan aturan hukum tak berjalan.

Padahal di satu sisi, Haris menyebut negara dan masyarakat berutang budi kepada para korban pelanggaran HAM.

"Kita jadi sadar bahwa negara tidak bekerja dan kita jauh lebih sadar lagi bahwa ada nilai kemanusiaan. Dari mereka yang menjadi korban, negara membuat aturan hukum dan punya sejumlah penguatan institusi, meskipun tidak bekerja dan nilai-nilainya hanya jadi lampiran yang dijual di toko buku," katanya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved