Breaking News:

Cerita Grace Natalie Saat Pertama Kali Maju Jadi Caleg di DKI Jakarta

Grace Natalie sempat mempunyai pengalaman saat maju menjadi calon anggota legislatif untuk pertama kalinya di daerah pemilihan DKI Jakarta.

Fransiskus Adhiyuda
Grace Natalie di Jakarta, Kamis (22/8/2019) malam. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie sempat mempunyai pengalaman saat maju menjadi calon anggota legislatif untuk pertama kalinya di daerah pemilihan DKI Jakarta.

Saat masa kampanye dan turun ke lapangan, Grace mengaku kesan pertama yang ia dapatkan ialah masyarakat punya ekspektasi tinggi bahwa calon legislatif yang datang akan membawa sesuatu untuk dibagikan.

Baca: Grace Natalie: Cara Mengakali Aturan Pemilu

"Saya mengalami sendiri bagaimana ketika kita bertemu masyarakat, mereka diajak bicara agak susah padahal ada bahan-bahan visual gitu. Dan ada ekspektasi bahwa kita datang membawa sesuatu," kata Grace dalam diskusi secara virtual, Jumat (25/9/2020).

Karena ada keterbatasan waktu dan tenaga, Grace akhirnya memilih lebih banyak merangkul kelompok-kelompok yang bisa diajak berdiskusi mengenai substansi.

Keuntungan memilik kelompok-kelompok yang ada di lingkungan masyarakat, kata dia, biaya menjadi lebih irit.

Baca: Jalan Giring Ganesha Sebelum Umumkan Jadi Capres Dari PSI, Berawal dari Kesibukan Grace Natalie

"Akhirnya buat saya, dengan keterbatasan waktu dan tenaga, saya lebih banyak berdiskusi dengan kelompok yang bisa diajak berdiskusi soal substansi. Pada kelompok-kelompok itu buat kami sebagai calon enak juga. Karena lebih irit biaya," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi berbeda akan terjadi jika masyarakat semakin mengerti arti pemilihan.

Jika peningkatan pemahaman itu terjadi, masyarakat tidak akan punya ekspektasi caleg yang datang hanya untuk bagi-bagi barang atau sesuatu lainnya.

Tapi sebaliknya, masyarakat akan membuka tangannya dan kritis menanyakan program, visi-misi sang calon memajukan daerah tersebut.

"Kalau penduduk kita semakin lebih banyak yang mengerti arti pemilihan, saya rasa harusnya biaya politik harus lebih bisa ditekan, berdasarkan pengalaman pribadi," kata Grace.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved