Breaking News:

Ketum PSI Akui Dukungan Parpol Tidak Gratis, 'Sekadar Mau Ketemu Petinggi Sudah Harus Keluar Uang'

Tak melulu setoran uang ke parpol otomatis dukungan diberikan. Kerap terjadi, uang sudah disetor tapi dukungan parpol tak kunjung berlabuh.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum PSI Grace Natalie yang ikut tes asal usul berdasarkan DNA. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie membenarkan bahwa dukungan partai tidak gratis. Setidaknya hal tersebut yang ia rasakan selama berkecimpung di dunia politik.

"Sering mungkin kita dengar bahwa dukungan dari partai itu tidak gratis. Sepanjang kami berkecimpung memang pada kenyataannya seperti itu," ungkap Grace dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (25/9/2020).

Calon legislatif atau kepala daerah yang ingin maju ke ajang pemilihan harus menyiapkan dana dengan besaran tertentu sesuai permintaan partai tersebut.

Bahkan ada dana yang harus dikeluarkan para calon sebagai bayaran bertemu dengan para petinggi partai yang bersangkutan. Belum lagi ada dana kontribusi yang diberikan ke partai.

Baca: Cerita Grace Natalie Saat Pertama Kali Maju Jadi Caleg di DKI Jakarta

"Memang tidak ada bukti tertera eksplisit biaya tiket partai, tapi rata-rata calon itu harus mengeluarkan uang. Untuk sekadar bisa bertemu dengan petinggi partai sudah harus ke luar uang. Kemudian kontribusi dan sebagainya," tuturnya.

Namun mirisnya, tak melulu setoran uang ke parpol otomatis dukungan diberikan. Kerap terjadi, uang sudah disetor tapi dukungan parpol tak kunjung berlabuh.

"Yang membuat cukup miris, kadang tidak berarti kalau kita punya uang lalu membeli dukungan partai sudah pasti didukung partai, belum tentu juga. Terkadang yang terjadi adalah uang sudah diserahkan tapi dukungan tidak diberikan," tegas dia.

Dengan kondisi tersebut, Grace mengatakan umumnya calon kepala daerah atau legislatif yang maju pemilihan adalah orang yang memang punya kemampuan finansial berlebih.

"Jadi barrier of entry-nya sangat besar. Dengan kondisi seperti ini sudah pasti orang yang maju adalah orang yang memang punya kemampuan finansial, atau tekad 45 lalu fundrising di belakang," kata Grace.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved