Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Harus Selektif Salurkan Dana Hibah Pariwisata Rp 3,3 Triliun

Bambang Soesatyo meminta pemerintah untuk selektif memberikannya kepada para pelaku pariwisata maupun pengelola hotel dan restoran.

Istimewa
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) diketahui akan memberikan hibah pariwisata senilai Rp 3,3 triliun sebagai bagian dari Program Ekonomi Nasional (PEN).

Terkait hal itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah untuk selektif memberikannya kepada para pelaku pariwisata maupun pengelola hotel dan restoran.

"Mendorong pemerintah dapat secara selektif memberikan dana tersebut kepada para pelaku pariwisata maupun pengelola hotel dan restoran, agar dana tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan perencanaan masing-masing dan disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19," ujar Bambang Soesatyo dalam keterangannya, Senin (5/10/2020).

Baca: Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan Berbasis CHSE di Sektor Pariwisata

"Sehingga para pelaku pariwisata, pengelola hotel, dan restoran dapat segera meningkatkan persiapan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan yang sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19," imbuhnya.

Bamsoet panggilan akrabnya juga meminta pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf untuk melakukan terobosan atau inovasi terkait pemulihan wisata.

Baca: Rp 1 Triliun Anggaran Disiapkan untuk Pulihkan Sektor Pariwisata

Menurutnya hal itu bisa dilakukan dengan meningkatkan promosi lewat media online ataupun media siar untuk menarik minat wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

"Namun harus tetap memperhatikan kondisi pandemi covid-19, dikarenakan keselamatan dan keamanan wisatawan tetap menjadi prioritas," kata dia.

Baca: Bandara di Atas Air Akan Dikembangkan di 10 Daerah Ini untuk Dukung Pariwisata

Politikus Golkar tersebut juga melihat penataan destinasi wisata dalam kawasan strategis pariwisata nasional harus terus dilakukan oleh Kemenparekraf bersama Dinas Pariwisata di setiap daerah.

Seperti di Labuan Bajo yang diharapkan mampu menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin negara G-20 dan ASEAN Summit pada 2023.

"Sehingga pembangunan dan penataan sejumlah kawasan wisata tetap perlu dilangsungkan," imbuhnya.

Tak hanya itu, Kemenparekraf diminta pula oleh Bamsoet agar mengkoordinasikan kesiapan pihak pengelola pariwisata maupun hotel dan restoran bahwa sektor wisata sudah siap melayani masyarakat.

"Agar dapat memberikan keyakinan kepada masyarakat yang ingin melakukan wisata atau kunjungan bahwa industri hotel dan restoran sudah siap melayani dan menerapkan seluruh protokol kesehatan secara maksimal," katanya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved