Sutradara Film 'Sejauh Kumelangkah' Bantah Klarifikasi Kemendikbud soal Pelanggaran Hak Cipta

Ucu juga membantah bahwa Kemendikbud dan UseeTV Telkom sudah menurunkan tayangan film itu pada 30 Juni 2020.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
jaff-filmfest.org
Sejauh Kumelangkah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sutradara Film Sejauh Kumelangkah Ucu Agustin membantah klarifikasi yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dugaan pelanggaran hak cipta dalam penayangan filmnya dalam program Belajar Dari Rumah di TVRI dan UseeTV Telkom.

Menurut Ucu, klarifikasi tersebut justru berusaha mengaburkan pokok permasalahan.

Ucu membantah pernyataan Kemendikbud yang menyatakan baru mengetahui mengenai adanya keterikatan kontrak film Sejauh Kumelangkah dengan Aljazeera Internasional (AJI - Malaysia) melalui surat keberatan yang dikirimkan oleh In-docs pada 29 Juni 2020.

"Sejak awal adanya permohonan rekomendasi film dari staf ahli di Kemendikbud, tepatnya 4 Juni 2020 saat Kemendikbud meminta copy film resolusi tinggi untuk dimasukkan ke Lembaga Sensor Film, pihak In-Docs sudah menyampaikan dengan jelas bahwa film Sejauh Kumelangkah sedang terikat kontrak dengan pihak ketiga," kata Ucu melalui keterangan tertulis, Rabu (7/10/2020).

Baca: Disomasi Sutradara Film Sejauh Kumelangkah, Ini Respon Kemendikbud

Ucu mengatakan diperlukan konfirmasi dengan AJI dahulu sebelum memutuskan  penayangan Film Sejauh Kumelangkah di program BDR. Maka dari itu diperlukan draft kontrak kerjasama dari Kemendikbud sebagai bahan pertimbangan.

Selain itu, Ucu juga membantah telah mendapatkan permohonan maaf terbuka yang diklaim Kemendikbud sudah dilakukan pada 6 Juli 2020.

Menurutnya, permohonan maaf terbuka dibutuhkan karena program BDR dibiayai oleh dana negara yang berasal dari publik sehingga harus dipertanggungjawabkan secara terbuka ke publik.

"Permohonan maaf tanggal 6 Juli 2020 tersebut merupakan permohonan maaf secara pribadi dan tertutup yang disampaikan oleh Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru melalui email kepada In-Docs. Sama sekali tidak ditujukan kepada Ucu selaku sutradara/produser/pemegang hak cipta," ungkap Ucu.

Ucu juga membantah bahwa Kemendikbud dan UseeTV Telkom sudah menurunkan tayangan film itu pada 30 Juni 2020.

"Faktanya pada tanggal 2 Juli 2020 pukul 22.44 EST (3 Juli 2020 pukul 09.44 WIB) Ucu masih bisa mengakses tayangan film di streaming TV on demand UseeTV," tutur Ucu.

Terkait mediasi, tim kuasa hukum Ucu sudah menempuh jalur mediasi kekeluargaan sebanyak tiga kali pada 10,18, dan 28 Agustus 2020, namun pada mediasi ketiga, pihak Kemendikbud tidak hadir.

Akhirnya upaya mediasi tidak berhasil karena ketiga instansi tidak bersedia dan sangat menentang untuk meminta maaf secara publik.

Serta tidak mau transparan membuka bentuk kerjasama satu sama lain, bahkan saling melempar tanggung jawab.

"Apabila benar beritikad baik untuk mencari solusi, maka Kemendikbud cukup melakukan seluruh tuntutan yang telah disampaikan dalam somasi," kata Ucu.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved