Breaking News:

UU Cipta Kerja

Banggakan Jokowi soal UU Cipta Kerja, Luhut Pandjaitan: Lebih Baik Dari Penguasa-penguasa Lalu

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjawab tudingan-tudingan miring kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

https://maritim.go.id/
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjawab tudingan-tudingan miring kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tudingan tersebut sebelumnya ditujukan kepada Jokowi berkaitan dengan aksi penolakan terhadap Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja.

Dilansir TribunWow.com dalam acara Satu Meja The Forum 'KompasTV', Rabu (6/10/2020), Luhut mengatakan bahwa memang tidak bisa dipungkiri pastinya ada yang tidak suka atau tidak setuju terhadap UU Cipta Kerja.

Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020).
Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). ((Humas Kemenko Maritim dan Investasi))

Baca juga: Ternyata Bukan Jokowi, Luhut Pandjaitan Sebut Nama Menteri yang Usulkan Omnibus Law UU Cipta Kerja

Baca juga: Luhut Sebut Penunggang Demo UU Cipta Kerja Berambisi Jadi Capres 2024, Singgung Birahi Kekuasaan

Namun Luhut mempertanyakan apakah alasan pihak-pihak tak setuju itu karena memang secara objektif berdasarkan substansi atau karena ada faktor lain.

Luhut kemudian tidak membenarkan ketika Jokowi ataupun pemerintah dituding tidak mendengarkan lagi keluhan dari rakyat dan hanya bertindak semena-mena, khususnya soal UU Cipta Kerja.

Dirinya memastikan bahwa prinsip tersebut tidak pernah terlintas di benak Jokowi.

Terlebih Luhut menyadari bahwa Jokowi merupakan sosok yang sangat demokratis dan pro dengan rakyat.

"Enggak bener, Presiden Jokowi itu orang yang sangat demokratis, sangat mendengar (keluhan rakyat)," ujar Luhut.

"Beliau kan pernah susah, jadi dia Presiden berkali-kali bilang 'kita harus dengerin', makanya rapat selalu bicara koperasi, kurs, bicara yang begitu," ungkapnya.

Pernyataan dari Luhut sempat disanggah oleh presenter sekaligus jurnalis senior Budiman Tanuredjo.

Ia menilai seperti terlihat kontras dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

"Jadi apa yang terjadi kalau Pak Jokowi mendengar suara rakyat, tapi kemudian rakyat mengatakan tidak didengar, akademisi tidak didengar," sanggah Budiman.

"Ya rakyat mana dulu," tanya Luhut.

"Lha makanya yang didengar rakyat yang mana," tanya Balik Budiman.

Menurut Luhut, sebaik apapun orangnya pasti tetap akan ada yang tidak suka bahkan membencinya.

BACA BERITA SELENGKAPNYA >>>

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved