Nadiem Makarim Sebut di Dunia Pendidikan Semua Orang Adalah Pemangku Kepentingan dan Pakar
Nadiem Makarim mengatakan seluruh pihak dapat memberikan masukan soal kebijakan pendidikan di Indonesia.
Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan dunia pendidikan di Indonesia memiliki banyak pemangku kepentingan.
Nadiem mengaku mengetahui hal ini setelah menjabat sebagai Mendikbud.
"Di pendidikan semua orang itu adalah semua orang itu adalah stakeholder pendidikan. semua orang itu pakar," kata Nadiem saat live di akun Instagramnya bersama Dian Sastrowardoyo, Jumat (9/10/2020).
Bagi Nadiem, hal ini berbeda dengan sektor lain yang memiliki pakar khusus di bidangnya. Sementara di pendidikan semua orang adalah pakar.
Baca: Nadiem Makarim: 63 Juta Guru di Dunia Terdampak Covid-19
Baca: Nadiem Ungkap Beda Kerja di Pemerintah dengan Swasta, Pekerjaaan 1 Minggu Bisa Dikerjakan 2 Bulan
Menurutnya, semua orang setidaknya pernah menjadi murid atau pernah memiliki guru.
"Kalau misalnya seperti di perdagangan atau di investasi. Topiknya kan ada pakar-pakarnya begitu. Tapi pendidikan semua orang itu bisa menjadi pakar," ucap Nadiem.
Baca: Mendikbud Nadiem Makarim: Asesmen Nasional 2021 Hanya untuk Pemetaan Kualitas Pendidikan
Nadiem Makarim mengatakan seluruh pihak dapat memberikan masukan soal kebijakan pendidikan di Indonesia.
Sehingga Nadiem mengaku selalu mendengarkan aspirasi semua pihak ketika membuat kebijakan terkait pendidikan.
"Salah satu hal yang saya harus langsung adaptasi adalah bahwa semua orang punya pendapat. Semua orang punya pendapat dan banyak sekali pendapat mereka berbeda-beda," ucap Nadiem.
Mantan CEO Gojek ini mengakui bahwa hal tersebut merupakan tantangan bagi dirinya dalam mengemban jabatan sebagai Mendikbud.
Meski banyak masukan yang baik maupun tidak, namun Nadiem mengaku tetap mendengarkan pendapat seluruh pihak terkait kebijakan pendidikan di Indonesia
"Ya jadinya itu merupakan hal yang menjadi tantangan yang luar biasa buat saya. Karena semua orang merasa tahu dari dan banyak punya opini dan banyak yang paling valid dan banyak yang tidak valid. Tapi semua harus didengarkan," pungkas Nadiem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/program-subsidi-kuota-internet-dari-pemerintah-untuk-pjj_20200925_170750.jpg)