Breaking News:

Forum GPDRR Sebagai Momentum Perkenalkan Peran TNI/Polri Tanggulangi Bencana

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana yang cukup tinggi.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Tangkap layar channel YouTube BNPB Indonesia
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana yang cukup tinggi.

Baik itu bencana kebakaran hutan dan lahan pada periode musim kering, mapun bencana banjir dan langsor pada musim hujan.

"Seperti saat ini fenomena La Nina yang timbulkan kerugian yang besar," kata Doni dalam konferensi pers secara virtual usai rapat terbatas bersama Presiden membahas persiapan penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR), Kamis, (15/10/2020).

Baca juga: Bantu Kurangi Risiko Bencana, BAZNAS Terima Penghargaan Kebencanaan BNPB

Pada 2018 lalu, menurut Doni Indonesia berada pada peringkat tertinggi dalam korban jiwa bencana terbanyak sedunia.

Korban jiwa tersebut akibat tiga peristiwa besar diantaranya gempa di Nusa Tenggara Barat, lalu Tsunami danLikuifaksi di Palu, terkahir tsunami di Selat Sunda akibat longsoran Gunung Anak Krakatau.

Kemudian setiap tahun kita alami musim kering dan kita termasuk negara dengan risiko kebakaran hutan dan lahan yang cukup tinggi.

Baca juga: Kepala BNPB Sebut Risiko di Zona Merah yang Melaksanakan Pilkada Cenderung Menurun

Termasuk ancaman ketika terjadi curah hujan tinggi, seperti saat ini La Nina yang timbulkan kerugian yang besar.

Bencana-bencana tersebut selain memakan korban jiwa juga menimbulkan kerugian materi yang cukup besar.

"Semua ini menjadi pelajaran bagi kita dan sejumlah negara bahkan badan internasional ikuti langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia," katanya.

Karena itu forum GPDRR di Bali 2022 mendatang menjadi momentum Indonesia dalam memperkenalkan langkah penanganan bencana kepada dunia luar, termasuk memperkenalkan peran TNI/Polri dalam mengatasi bencana.

"Salah satu poin penting di sini yang tadi disampaikan Bu Menlu adalah keterlibatan TNI-Polri dalam pelaksanaan penanganan bencana. Operasi Militer selain perang atau military operation other than war ternyata juga menjadi salah satu kekuatan kita. Oleh karena itu, ini nanti akan menjadi salah satu upaya kita perkenalkan kepada dunia peran TNI Polri dalam mengatasi bencana," ujarnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved