Breaking News:

Wacana Penggantian Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Kembali Mengemuka, Emil: Perlu Ada Kesepakatan

Penggunaan nama Sunda adalah sebuah langkah nasionalisme. Sunda bukan sebatas suku, tetapi nama geografis.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil konferensi pers di Kantor Bupati Bekasi, Jumat (4/9/2020) 

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana penggantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Provinsi Tatar Sunda kembali mengemuka.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun menyatakan perlu ada kesepakatan di antara warga Jabar, dari mulai masyarakat di Priangan, Cirebonan, maupun Betawian.

Ketua SC Kongres Sunda, Andri Perkasa Kantaprawira mengatakan kawasan berbudaya Betawi seperti Bekasi dan Depok, serta masyarakat Cirebonan di Pantura, merupakan kesatuan bersama masyarakat Priangan.

Berdasarkan catatan antropologi dari Belanda, kata Andri, Cirebonan atau Dermayon merupakan subkultur dari Sunda.

Begitu pun dengan Betawi yang di Bekasi, yang merupakan Sundapura atau ibu kota Kerajaan Tarumanegara. Bahkan Jakarta sendiri disebut Sunda Kelapa.

"Sundapura itu ibu kota dari Tarumanegara, jadi arah pelabuhannya itu ke Bekasi. Kalau bicara antropologi Belanda, yang namanya Betawi, Dermayon (Cirebonan) itu Sunda subkultur," kata Andri saat dihubungi, Kamis (15/10/2020).

Subkultur Sunda tersebut, katanya, dibentuk oleh berbagai faktor. Di antaranya proses migrasi dan kondisi demografis dari wilayah yang ditempati.

"Seperti orang Cirebonan, budaya dan bahasa mereka berbeda dengan Jawa di Jatim atau Jateng. Makanya Cirebon disebut Sunda subklutur Cirebon," katanya.

Andri mengatakan penggunaan nama Sunda sendiri adalah sebuah langkah nasionalisme. Perlu dipahami kembali, katanya, Sunda bukan sebatas suku, tetapi nama geografis.

Baca juga: Ranggasasana Sunda Empire Minta Dibebaskan: Saya Sesungguhnya Tidak Layak Dihukum atau Dipenjara

Andri mengatakan, sedianya justru kurang tepat jika mempertahankan nama Jawa Barat sebagai hal yang nasionalis.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved