Breaking News:

Wacana Penggantian Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Kembali Mengemuka, Emil: Perlu Ada Kesepakatan

Penggunaan nama Sunda adalah sebuah langkah nasionalisme. Sunda bukan sebatas suku, tetapi nama geografis.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil konferensi pers di Kantor Bupati Bekasi, Jumat (4/9/2020) 

Sebabnya, pemberian nama Jawa Barat disebutnya merupakan pemberian dari Kolonial Belanda yang termaktub dalam Staatblad 1926.

"Jadi yang tidak nasionalis itu yang mempertahankan West Java, karena itu dibuat oleh Belanda untuk memecah belah suku Sunda yang ada di dalamnya. Selain itu juga digunakan untuk pemetaan perkebunan dan yang lainnya," tutur Andri.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Johan J Anwari mengatakan munculnya wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda yang diusulkan oleh sejumlah tokoh Sunda adalah hal yang wajar.

"Usulan tersebut sangat wajar terjadi mengingat dulunya Jawa Barat merupakan bagian negara Pasundan yang kemudian bergabung ke NKRI," kata Anggota DPRD Provinisi Daerah Pilihan Kuningan, Ciamis, Banjar dan Kabupaten Pangandaran tersebut.

Mengulas sejarah, kata Johan, wilayah pantura seperti Indramayu dan Cirebon masih termasuk merupakan suku Sunda.

"Hanya kata dia, terdapat perbedaan bahasa dan beberapa budaya saja," katanya.

Muncul wacana perubahan, kata dia sangat berterimakasih kepada para tokoh Sunda yang telah mengusulkan perubahan nama tersebut.

"Menurut kami, hal itu dapat menghidupkan kembali karakter Sunda yang pemberani serta memiliki sejarah yang besar," katanya.

Ia mengharapkan agar wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda untuk dikaji secara mendalam.

"Jika atur jadwal untuk mengundang para tokoh Sunda untuk berdiskusi dengan Komisi V DPRD Jawa Barat yang membawahi kebudayaan untuk membahas wacana perubahan nama tersebut," katanya.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved