Breaking News:

Mahfud MD: Meskipun Demonstrasi Marak, tapi Situasi Masih Aman

Mahfud mengungkapkan perkiraan situasi keamanan ke depan tersebut didapatkannya berdasarkan perhitungan intelijen.

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dalam webinar evaluasi 15 tahun pelaksanaan Pilkada: Capaian dan Tanggapan yang disiarakan kanal YouTube CSIS Indonesia, Rabu (14/10/2020). / capture video 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan situasi keamanan kedepan akan lebih aman meskipun sejumlah demonstrasi akan terus berlangsung.

Mahfud mengungkapkan perkiraan situasi keamanan ke depan tersebut didapatkannya berdasarkan perhitungan intelijen.

Baca juga: TGPF Intan Jaya Rampungkan Investigasi, Hasilnya Dibuka Menteri Mahfud MD Senin Pekan Depan

Baca juga: Pemerintah Dituding Bungkam Suara Kritis KAMI, Ini Tanggapan Mahfud MD, Sebut Tak Ada yang Baru

Hal itu diungkapkan Mahfud saat wawancara dengan Karni Ilyas dalam tayangan bertajuk Karni Ilyas Club - "Sekarang Anda Bohong, Besok Dibongkar Orang" yang tayang perdana di kanal Youtube Karni Ilyas Club pada Minggu (18/10/2020).

"Akan lebih aman, tetapi demo-demo itu akan terus berlangsung menurut hitungan intelijen, per hari bahkan. Hari ini tadi ada laporan di beberapa tempat. Cuma, itu sudah akan jauh lebih menurun dari yang terjadi di tanggal 8," kata Mahfud.

Mahfud mengungkapkan pemerintah juga telah mendapatkan gambaran banyaknya aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan sebelum aksi unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan itu terjadi dalam beberapa hari terakhir ini dari intelijen.

Ia pun mengatakan pemerintah telah memiliki bukti dan saksi adanya pihak-pihak yang sengaja menciptakan kerusuhan tersebut.

"Oleh sebab itu yang harus diantisipasi itu kerusuhannya. Dan sudah diantisipasi masih terjadi juga. Dan itu bukan yang dibuat-buat, seperti yang di dekat Sarinah itu kan ada dua yang terbakar. Ada pos polisi yang terbakar dan sebagainya. Sehingga kita lalu, pada waktu itu sudah mengatakan. Kita bedakan nih orang yang aksi unjuk rasa," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya pihak-pihak yang sengaja menciptakan kerusuhan tersebut di antaranya kelompok Anarko.

Namun demikian, kata Mahfud, tidak hanya kelompok Anarko saja yang sengaja membuat kerusuhan melainkan ada pihak lain.

Mahfud mengatakan saat ini pemerintah juga telah mengidentifikasi pihak yang sengaja membuat kerusuhan tersebut.

"Anarko itu kan biasanya ciri-cirinya kan sering anak-anak muda, anak-anak sekolah, dan sebagainya itu dimasukkan dalam kelompok itu. Tapi memang ada yang sengaja digalang, disuruh masuk, menyusup, lalu memprovokasi. Kamu masuk dari sana, kamu memancing ini, dan sebagainya. Itu semuanya sudah kita punya. Tentu tidak semua. Kita punya banyak. Sehingga membaca pemetaannya itu gampang," kata Mahfud.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved