Breaking News:

Survei Indikator: 65 Persen Responden Nilai Ekonomi Nasional Buruk

Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei nasional bertajuk Mitigasi Dampak Covid-19: Tarik Menarik antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan.

Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei nasional bertajuk Mitigasi Dampak Covid-19: Tarik Menarik antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan.

Dalam temuannya, Indikator mencatat mayoritas responden menilai ekonomi Indonesia memburuk.

Sebanyak 55 persen menilai ekonomi buruk, sementara 10,3 responden mengatakan ekonomi sangat buruk.

"Total mencapai 65 persen yang mengatakan buruk dan sangat buruk," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia secara daring, Minggu (18/10/2020).

Baca juga: 6 Lampu Indikator Ini Kadang Nyala di Dashboard Mobil, Pemilik Wajib Mengetahui Artinya

Sementara itu, tercatat 8,9 persen responden menilai ekonomi membaik dan 1,1 persen mengatakan ekonomi sangat baik.

Secara tren, Indikator mencatat persepsi masyarakat terkait ekonomi nasional memburuk mengalami penurunan dari bulan Mei dan bulan Juli.

Periode Mei, sebanyak 81 persen responden menilai ekonomi nasional buruk.

Baca juga: Menteri Pendidikan Malaysia Jelaskan Alasan Mengapa Sekolah Tetap Buka di Tengah Pandemi Covid-19

Kemudian pada Juli, persepsi ekonomi nasional memburuk turum sebanyak 69,2 persen.

Namum, Burhanuddin mengatakan periode 2020 sebagai periode ekonomi terburuk sejak 2004.

"Ini kondisi ekonomi terburuk semenjak tahun 2004 seperti yang kita potret dalam data longitudinal ini," katanya.

Dalam survei ini, jumlah responden yang dihimpun sebanyak 1.200 orang via telepon.

Metode yang digunakan adalah simple random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Survei dilakukan dalam rentang antara periode 24 sampai dengan 30 September 2020.

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved