Breaking News:

Akan Berikan Kompensasi, Pakar: Ini Bentuk Tanggungjawab Belanda Atas Perlakuan di Luar Batas

Pemberian kompensasi ini bagus. Karena sekarang hendak diperluas untuk anak-anak yang ayahnya dieksekusi oleh personil Belanda.

ist
Hikmahanto Juwana 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Hukum Internasional Univesitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana mengatakan langkah maju pemerintah Belanda akan memberi ganti rugi berupa kompensasi sebesar 5 ribu Euro atau setara Rp 86,6 juta kepada anak-anak Indonesia yang orang tuanya dieksekusi oleh tentara Belanda selama perjuangan kemerdekaan pada 1945-1950.

Apalagi mengingat putusan Pengadilan di Belanda yang memenangkan perkara bagi anak dan janda yang dieksekusi oleh tentara Belanda di Suppa Bulukumba dan Sidenreng Rappang, hanya ditujukan kepada 11 orang.

“Pemberian kompensasi ini bagus.  Karena sekarang hendak diperluas untuk anak-anak yang ayahnya dieksekusi oleh personil Belanda. Sepanjang mereka dapat memberikan bukti,” ujar Rektor Universitas Jenderal A Yani ini ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (21/10/2020).

Hikmawanto juga menilai tepat, langkah Pemerintah Belanda akan memberikan kompensasi bukan kepada pemerintah Indonesia, tetapi langsung kepada anak-anak yang ayahnya dieksekusi tentara Belanda.

“ Jadi kompensasi tidak diberikan ke Indonesia sebagai negara tetapi pihak yang selama ini menderita yaitu anak-anak. Karena mereka kehilangan ayah yang menafkahi mereka bahkan mungkin yang melihat ayahnya dieksekusi punya trauma sendiri,” jelas Hikmawanto.

“Ini bentuk dari tanggungjawab secara perdata oleh pemerintah Belanda atas perlakuan di luar batas kemanusiaan yang dilakukan oleh personil militernya,” ucapnya.

Baca juga: Belanda akan Berikan Kompensasi untuk Anak-anak Indonesia Korban Perang

Belanda akan Berikan Kompensasi untuk Anak-anak Indonesia Korban Perang 

Pemerintah Belanda mengumumkan akan membayar dana kompensasi kepada anak-anak Indonesia yang orang tuanya dieksekusi oleh pasukan Belanda selama perjuangan untuk kemerdekaan pada 1945-1950.

Keputusan tersebut mengikuti putusan pengadilan pada bulan Maret yang memberikan santunan kepada janda dan anak-anak yang orang tuanya terbunuh pada tahun 1946-1947 oleh pasukan Belanda di tempat yang sekarang menjadi provinsi Indonesia, di Sulawesi Selatan.

Skema kompensasi sudah ada untuk janda yang secara terbukti dibunuh oleh pasukan Belanda di bekas Hindia Belanda selama pertempuran untuk kemerdekaan Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved