Breaking News:

Maruf Amin: Semua Pilar Demokrasi Semakin Kokoh di Indonesia

Sejak merdeka tahun 1945, Indonesia telah melaksanakan 12 kali pemilu legislatif, dan ratusan kali Pilkada di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Dokumentasi Setwapres
Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat Rapat Koordinasi Teknis Nasional Percepatan Pencegahan Stunting Tahun 2020 melalui konferensi video, Rabu (21/10/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Berkat kuatnya komitmen Pemerintah dan dukungan serta partisipasi seluruh masyarakat, semua pilar sistem demokrasi telah dan terus terjaga dan semakin kokoh di Indonesia.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Maruf Amin dalam sambutannya pada Acara ‘Teropong Democracy Award 2020’di aplikasi Zoom, Rabu (28/10/2020).

Dalam ‘Teropong Democracy Award 2020,’ Maruf Amin memperoleh pengharagaan untuk kategori ‘National Figure.’ Maruf Amin bersama mantan Menteri ESDM, Sudirman Said dan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menjadi pemenang untuk kategori ini.

“Selain Pemilu yang dilaksanakan secara reguler dengan prinsip LUBER, kebebasan pers, persamaan hak bagi warga negara, peran kaum perempuan dan penghormatan terhadap HAM dan sebagainya, alhamdulillah masih terjaga dan semakin kokoh menopang demokrasi kita. Itu berkat kuatnya komitmen Pemerintah dan dukungan serta partisipasi seluruh masyarakat ,” ujar Maruf Amin.

Baca juga: Wapres KH Maruf Amin Berharap Gus Iwan Lahir

Sejak merdeka tahun 1945, Indonesia telah melaksanakan 12 kali pemilu legislatif, dan ratusan kali Pilkada di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Maruf Amin menegaskan, ini menunjukkan Indonesia sebagai negara yang memiliki pengalaman demokrasi yang cukup panjang.

“Hal ini juga membuktikan akseptabilitas rakyat terhadap demokrasi sebagai sistem masih cukup tinggi dan sebagai pemerintahan yang terbaik dan sesuai bagi Indonesia,” jelas Maruf Amin

Ditambah lagi pada Desember 2020 ini, Indonesia kembali akan melaksanakan Pilkada serentak di 270 daerah, yaitu 9 provinsi, 37 Kota dan 224 Kabupaten.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bagi bangsa Indonesia yang multi etnis, agama, bahasa, dan budaya, demokrasi juga menjadi pilihan sistem pemerintahan terbaik. Karena demokrasi dapat mengakomodasi beragamnya kepentingan dan aspirasi masyarakat.

Namun dalam konteks kebangsaan , imbuh dia, kiranya perlu dipahami pula makna demokrasi sebagai wadah pengikat kesepakatan nasional yang harus dihormati dan dijaga oleh semua dan selamanya. 

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved