Breaking News:

4 Insiden Manusia Vs Buaya, Ditangkap Hidup di Kediri dan Bogor, Tewaskan Nelayan NTT dan Banyuasin

Tribunnews mencatat setidaknya ada empat kali insiden manusia versus buaya yang terjadi dalam sembilan bulan terakhir ini.

istimewa
Warga Rumpin, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penangkapan seekor buaya di kebun, Kamis (29/10/2020). Buaya ini diperkirakan berasal dari rawa di sekitar perkebunan. 

Di NTT, Nelayan Tewas Diterkam Buaya

Lain halnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang pemuda bernama Hendrikus Duka Mete (31) diterkam buaya saat mencari ikan.

Hendrikus adalah nelayan asal Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara (NTT).

Meski terluka parah di sekujur tubuh, untungnya Hendrikus selamat.

Ia diselamatkan oleh Titus Tunu Deta (33), kakak kandung Hendrikus yang saat itu menyelam bersama korban.

Ilustrasi buaya
Ilustrasi buaya (Gambar oleh TeeFarm dari Pixabay)

Peristiwa memilukan ini terjadi di Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama.

Di dekat tanggul penahan gelombang, kedua kakak beradik ini masuk ke laut mencari ikan dengan cara menyelam ke dasar laut.

"Saya berada di bagian depan, sementara adik saya ini posisi di belakangnya," ujar Titus kepada sejumlah wartawan, Jumat (23/10/2020).

Titus menyadari ada yang tak beres ketika naik ke atas permukaan air untuk mengambil napas. Ia mendengar adiknya menjerit minta tolong.

Titus pun memanggil adiknya, namun tidak ada jawaban.

Hanya peralatan berupa senter selam dan panah ikan milik Hendrikus sudah terapung di permukaan air.

Titus langsung menyelam ke dasar laut dan melihat kaki Hendrikus, sehingga ia langsung menarik kaki adiknya itu.

Saat itu buaya sempat menarik kembali tubuh Hendrikus, tetapi Titus terus berupaya untuk menarik tubuh adiknya dari gigitan buaya tersebut.

Saat Titus berhasil menarik tubuh Hendrikus, ia langsung membawanya ke tepi pantai.

Segera ia meminta bantuan warga sekitar untuk mencari kendaraan agar adiknya dibawa ke rumah sakit.

Hendrikus yang masih hidup, lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum WZ Yohanes Kupang.

Baca juga: Jasad Wanita Dibuang ke Kandang Buaya, Tangan Diikat dan Mulut Dilakban, Ini Tampang Pelakunya

Korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan bagian lengan tangan kiri serta luka robek pada bagian dada kanan.

Kapolsek Kelapa Lima AKP Andri Setiawan, mengaku, sudah menerima laporan kasus ini.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Wanita di Kandang Buaya Digelandang ke Polres Berau

Ia mengimbau agar warga selalu berhati-hati saat melaksanakan aktivitas di laut sehingga terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Hingga saat ini, Hendrikus masih dirawat di Rumah Sakit Umum WZ Yohanes Kupang.

Buaya Muara di Sungai Brantas

Sebelum peristiwa di NTT, warga di Kota Kediri menemukan seekor buaya muara di Sungai Brantas.

Buaya tersebut berhasil ditangkap tim gabungan di bantaran Sungai Kelurahan Ringinanom, Kota Kediri, Sabtu (15/2/2020) setelah dilakukan perburuan selama dua minggu.

Penangkapan buaya ini dilakukan di lokasi bantaran yang selama ini biasa dipergoki muncul.

Warga menyaksikan BKSDA Sumbar memasang 2 perangkap buaya di Nagari Aia Bangih, kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Rabu (14/10/2020).
Warga menyaksikan BKSDA Sumbar memasang 2 perangkap buaya di Nagari Aia Bangih, kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Rabu (14/10/2020). (ist)

Selain satu ekor buaya yang berhasil ditangkap, masih ada tiga ekor lagi yang berkeliaran di lokasi yang sama.

Adhi Sutrisno, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri menjelaskan, penangkapan buaya ini hasil koordinasi dengan BPBD Kota Kediri, Rescue Reptile Kediri dan Relawan Kelurahan Ringinanom.

Buaya yang berhasil ditangkap dari jenis buaya muara dengan panjang 1 meter, diameter 25 cm serta beratnya 2 kg.

Petugas BPBD Kota Kediri melakukan pemantauan keberadaan buaya di Sungai Brantas, Kamis (1/10/2020).
Petugas BPBD Kota Kediri melakukan pemantauan keberadaan buaya di Sungai Brantas, Kamis (1/10/2020). (Dok. BPBD Kota Kediri)

Selanjutnya buaya muara diserahkan oleh BPBD Kota Kediri diserahkan ke BKSDA Jatim.

"Masih terlihat ada 3 buaya di lokasi yang sama belum tertangkap," jelasnya.

Sementara Lurah Ringinanom David Hendra menjelaskan, sebenarnya tim melihat ada 2 ekor buaya yang sedang berjemur di batang kayu bantaran sungai.

"Satu yang berhasil ditangkap, satu ekor lainnya kabur. Setelah disisir lagi di kawasan bantaran terlihat ada dua ekor lagi," jelasnya.

Upaya penangkapan akan terus dilakukan sampai semua buaya muara yang masih berkeliaran tertangkap.

Penangkapan bersama dengan Rescue Reptile juga mempertimbangkan kebiasaan buaya berjemur di bantaran sungai.

"Penampakan buaya ini sering dipergoki sejak dua minggu terakhir," jelasnya.

Sedangkan proses penangkapan buaya berlangsung hanya sekitar 10 menit. Lokasinya di tempat yang biasanya buaya muncul.

Dari penjelasan warga setempat, buaya pernah terlihat sekitar 30 tahun silam. Setelah itu tidak terlihat lagi buaya.

Sebagian artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Heboh Warga Rumpin Tangkap Seekor Buaya di Kebun, Panjangnya Capai Tiga Meter

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved